22
Jun-2015

Ada Nyi Blorong di Museum Soeharto

News   /   Tags: , ,

Ada yang aneh di komplek Museum Memorial Jendral Soeharto. Di pojok pendopo kecil yang terletak di pinggiran utara, dekat sumur, ada sesosok perempuan yang badannya dipenuhi sisik ular begitu pula dengan kepalanya, rambutnya berupa anak-anak ular.
Dalam mitologi Eropa sosok perempuan berambut ular biasa disebut Medusa, dia berubah menjadi manusia ular karena kutukannya. Sedangkan di Melayu, perempuan berambut ular di kenal dengan nama Darna. Sementara di Indonesia sosok ini dinamakan Nyi Blorong. Wujud atau visualisasi sosok manusia ular yang selama ini menjadi dan menghiasi legenda ini merupakan salah satu karya seni yang dipamerkan dalam pameran yang bertajuk Wangi Nusa Antara 2 yang di gelar di komplek Memorial Jendral HM Soeharto, Kemusuk Lor Argomulyo Sedayu Bantul.
Menurut penciptanya, Yono, sosok perempuan yang berbadan ular ini sengaja diciptakan sebagai pembelajaran bahwa mahluk yang selama ini dijadikan legenda dapat dilihat dalam bentuk wujud asli. Sehingga masyarakat dalam melihat secara nyata, tidak hanya melihat dalam film-film televisi. Apalagi dirinya merupakan seniman yang beraliran modelis realis, yang menciptakan karya dalam bentuk nyata.
Dengan karyanya tersebut,Yono mencoba menceritakan yang selama ini dianggap mitos pada dasarnya memang ada. Oleh karenanya ia pun akan membuat semua mahluk yang selama ini dijadikan legenda dalam wujud nyata. Mulai gendruwo, drakula maupun manusia harimau. manusia ular
Medusa, Darna atau Nyi Blorong, dengan wujud manusia ularnya merupakan salah satu dari 40 karya dari perupa yang datang dari beberapa kota. Seperti Wonosobo, Temanggung, Pekalongan, Blitar, Tulung Agung, Bali, Kalimantan Tengah dan tentunya perupa Yogyakarta sendiri.
Dalam Wangi Nusa Antara,Nyi Blorong yang telah melegenda ini diangkat guna mewakili symbol kekayaan budaya nusantara yang telah berjaya sejak jaman kerajaan Mataram Sanjaya, Sriwijaya atau pun Nusantara pada silam. Di samping itu mereka mengingatkan dalam ranah lokalitas, nusantara ini kaya akan warna, keseimbangan dan rasa yang dalam, baik budaya, tradisi maupun seni.
Dan dengan karya-karya mereka yang menampilkan corak lokalitas, hal ini menyiratkan identitas local dengan menjadi jati diri yang mampu bertahan di tengah gempuran budaya asing. Meski Nyi Blorong hadir di tempat lain dengan cerita yang berbeda namun tetap meneguhkan budaya nusantara.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec