14
Oct-2014

BCA-Pentingsari Gelar Pelatihan Softskill

Desa Wisata Pentingsari di lereng Merapi, menjadi satu dari sekian banyak desa wisata yang potensial di DIY. Tidak ikonik, tapi Pentingsari menawarkan pengalaman hidup masyarakat desa yang benar-benar alami

Potensi Desa Wisata Pentingsari, diantaranya bisa dibuktikan dari tingkat kunjungan wisatawan ke salah satu wilayah Kecamatan Cangkringan di Sleman ini. Menurut Pengurus Desa Wisata Pentingsari Doto Yogantoro, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pentingsari setiap bulannya berkisar 2.500 hingga 3.000 orang, dengan membelanjakan dananya mulai Rp 5.000 hingga Rp. 1.000.000 per orang.
Kebanyakan tamu yang datang, adalah rombongan siswa-siswa sekolah dari berbagai kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Tapi sesekali juga datang grup-grup lain dari perusahaan ataupun keluarga. Mereka yang bertamu, pada umumnya adalah wisatawan yang ingin merasakan pengalaman menjalani kehidupan sehari-hari masyarakat di pedesaan. Mulai dari memetik kopi kemudian mengolahnya dan menikmati rasa pahit nikmatnya, belajar gamelan hingga berbagai aktivitas yang memang saban hari dilakukan warga setempat.
“Ini alasan mengapa kami mengadakan pelatihan softskill untuk desa wisata Pentingsari. Potensinya besar meski tidak ada ikonnya. Saat inipun, Pentingsari sebenarnya sudah berjalan baik dengan pengelolaan yang juga sudah bagus. Kami hanya memberikan sedikit tambahan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para pengurusnya agar lebih baik dalam melayani tamu,” kata Head of CSR BCA Sapto Rachmadi, disela-sela acara pembukaan pelatihan yang berlangsung di Hotel Santika Jogja, Selasa 14 Oktober 2014. Pelatihan diikuti oleh puluhan pengurus dan sejumlah warga pemilik homestay. Hadir juga dalam acara ini, Kepala BCA Cabang Utama (KCU) Yogyakarta, Sabar Purnomo.
Pelatihan, digelar selama dua hari 14 dan 15 Oktober 2014, dengan materi meliputi pendalaman informasi mengenai industry pariwisata dan pengelolaannya, layanan prima, kerjasama tim, pelatihan komunikasi dan benchmarking layanan prima di industry perhotelan. Program pelatihan dibawah naungan program Bakti BCA ini, menurut Sapto, merupakan wujud konsistensi dan keterlibatan aktif BCA dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata di Indonesia.
“Kita beharap, pelatihan ini dapat menghasilkan tenaga terampil di bidang pemandu wisata, pemandu outbond dan pengurus homestay serta meningkatkan kemampuan para pramuwisata tentang pasar wisata dan pengelolaan obyek wisata. Dengan pelatihan seperti ini, pelayanan di Pentingsari akan berbeda dengan di desa wisata yang lain,” lanjut Sapto.
Doto Yogantoro menambahkan, Pentingsari tercatat sudah dua kali mendapat apresiasi Cipta Award dari Kementrian Pariwisata dan Industri Kreatif. Desa wisata ini juga diakui dunia karena menjadi satu-satunya desa wisata di Asia Pasific yang telah menerapkan standar Best Practice Tourism Etic dari WTO.
Bagi BCA sendiri, pelatihan serupa bukan yang pertama di DIY. Sebelumnya, BCA juga telah mengadakan pelatihan dan membantu pengembangan Desa Wisata Bejiharjo Gunungkidul, Desa Bleberan dan Desa Wisata Wayang Wukirsari.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec