17
Sep-2014

Bertualang ke Pasar Organik

Pasar Organik 4

Ini masih terkait masalah kesehatan. Berpetualang menikmati aneka menu sehat berbahan organik, barangkali sudah menjadi sebagian agenda rutin dan cukup menarik di Jogja. Sejauh ini, ada beberapa tempat yang boleh dicoba, karena di Kota Gudeg ini mulai banyak bermunculan resto atau warung makan yang khusus menyediakan menu vegetarian dan menu organik.

Sebut saja misalnya Milas di Jogja selatan yang sudah cukup lama dikenal publik. Kemudian ada pula Kolondjono di daerah Deresan Depok Sleman dan Bumi Langit Institute di Imogiri. Yang terakhir ini, malah bukan sekedar rumah makan. Di Bumi Langit Institute, pengunjung juga dapat merasakan dan belajar, bahkan praktek tentang pertanian organik. Masih ada pula warung-warung dan resto lain yang memasang label organik dan vegetarian, yang bertebaran di seantero Jogja. Meskipun, untuk Anda yang masih pemula, labeling ini barangkali perlu dipastikan lagi.Pasar Organik 5

Belum puas dengan mencecap masakan jadi/matang, dan ingin mencoba-coba memasak sendiri di rumah, sekarang juga lebih gampang dilakukan. Ini tak luput dari semakin gampangnya bahan-bahan organik didapatkan di Jogja. Selain di supermarket, bahan organik juga mudah ditemui di berbagai kios kecil di banyak tempat. Biasanya, penjaja memasang papan nama dengan cukup jelas bertuliskan; “Organik” di depan warung, kios atau toko mereka.

Ada pula pasar khusus produk organik. Nah, kalau yang ini, Anda belum bisa menemukannya di banyak tempat. Di Jogja, pasar organik baru bisa ditemui di beberapa lokasi. Itupun tidak bisa setiap hari, karena para penjaja atau pedagangnya harus berpindah-pindah tempat sesuai dengan jadwal.

Pasar Organik 2Setiap Rabu dan Sabtu mulai pukul 10.00 sampai dengan 13.00 wib di Milas, kemudian setiap Kamis di Stadion Maguwoharjo, Jumat di Amelia Hotel Jalan Mrican Baru jam 16.00 sampai dengan 19.00 wib. Sedangkan di Minggu pekan terakhir komunitas ini akan singgah di Club House Casa Grande mulai pukul 07.00 sampai dengan 11.00 wib.

Pasar ini diinisiasi oleh Komunitas Pasar Organik, yang saat ini beranggotakan 15 orang pedagang, dari awalnya hanya 3 pedagang di tahun 2012. Ada yang mewakili lembaga, tapi lebih banyak yang perorangan. Dagangannya juga bermacam-macam. Ada aneka sayuran, beras organik, minyak, ketela atau ubi, kaldu jamur, aneka tapung olahan, palawija, kecap, gula dan bahkan mie. “Dagangan kami ada ratusan item. Terus bertambah dari waktu ke waktu, karena anggota kami juga makin banyak,” kata Imam Hidayat salah satu pedagang, ditemui di Pasar Organik di halaman Milas Resto.Pasar Organik 3

Menurut Imam, keberadaan pasar organik ini berawal dari komunitas pengguna produk-produk organik di Jogja dan sekitarnya. Semula, pasar ini hanya buka di halaman Milas Resto. Tapi seiring berjalannya waktu, para pengunjung Milas dan pelanggan produk organik berdatangan dari berbagai tempat. Mereka juga yang kemudian berinisiatif menyediakan tempat bagi komunitas pedagang ini untuk berjualan di luar jadwal Milas.

Pengelolanya komunitas, tapi Pasar Organik ini dikelola dengan sungguh-sungguh. Buktinya, komunitas ini menunjuk salah satu anggotanya yakni Inggit Dwi Lestari, sebagai orang yang bertugas khusus memastikan komoditi yang dijual di pasar ini benar-benar produk organik. “Kami memiliki kriteria dan cara khusus untuk memastikan dagangan disini benar-benar organik, sesuai dengan komitmen komunitas.Yang tidak memenuhi syarat, ya terpaksa Pasar Organik 1kita tolak dan tidak boleh bergabung di komunitas, supaya tidak mengecewakan pelanggan,” katanya.

Nama        : Komunitas Pasar Organik
Lokasi       : 1. Halaman Milas Resto, Rabu dan Sabtu jam 10.00-13.00 wib                                                  2. Stadion Maguwoharjo, Kamis jam 10.00 – 13.00 wib
3. Amelia Hotel Jalan Mrican Baru, Jumat jam 16.00-19.00 wib
4. Di Club House Cassa Grande, Minggu pekan terakhir jam 07.00-11.00 wib

Konsep       : Jujur tanpa tengkulak, produk non kimia sintetis
Komoditi    : beras, sayuran, tepung olahan, kaldu jamur, gula, kopi dan lain sebagainya.
Harga         : bervariasi, tergantung komoditi. Relatif lebih mahal daripada produk
non Organik

Kelebihan   : komoditi lebih komplit ketimbang supermarket. Harga lebih murah.

 

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec