30
Jun-2015

Candi Asu, Cerminan Perilaku Dewindani

Candi ini memang tidak biasa. Baik dari ukuran maupun namanya. Sebutan nama candi ini saja, sangat tidak lumrah dan tiada duanya. Dari sisi ukuran, Candi Asu tergolong mungil.

Candi yang terletak di kaki Gunung Merapi, di Kecamatan Dukun Magelang ini memiliki panjang 7,5 meter. Sedangkan lebar candi hanya 8 meter. Saat ini, yang tersisa hanyalah bagian pondasi dan kaki candi dengan ketinggian 2,5 meter.

Di salah satu bagian candi terdapat bekas sumur sedalam 5 meter, dan anak tangga sebanyak 9 undakan. Salah satu tembok candi yang tersisa memiliki tinggi 3,5 meter. Pada bagian utara bangunan ini, terdapat relung.Candi Asu

Dari catatan sejarah, candi ini berdiri saat pemerintahan Prabu Hayuwangi Darmalih Salingsinga atau Rakai Hayuwangi pada abad VIII mendekati masa Hindu-Buddha. Awalnya, candi ini ditemukan seorang Belanda bernama de Plink.

Nama yang tersemat pada candi ini bukan tanpa arti. Nama Asu merupakan bahasa Jawa yang berarti Anjing. Asal-muasal nama Asu, ada dua versi. Versi pertama, Asu dari kata Ngaso. Ngaso di sini juga merupakan bahasa Jawa yang artinya istirahat. Menurut legenda, seorang raja yaitu Prabu Hayuwangi Darmalih Salingsinga atau Rakai Hayuwangi datang ke tempat ini untuk beristirahat. Maksud dari beristirahat adalah meninggal dan candi ini merupakan makam dari sang prabu.

Versi kedua, merupakan penjelasan dari keberadaan sumur di tengah bilik candi yang dipinggirnya terdapat Arca yang disebut Dewindani dalam bentuk asu atau anjing.

Mitos

Candi AsuArca Dewindani merupakan contoh dari perilaku manusia yang hidup di dunia ini. Ia menggambarkan perempuan yang sudah berkeluarga tetapi sering serong sehingga diibaratkan anjing. Sebuah gambaran yang sangat hina dan kasar.

Masyarakat sekitar candi memiliki kepercayaan bahwa candi ini dipelihara oleh tokoh yang bernama Ki Budayana, Ki Panjaloka, dan Ki Panjalo. Kepercayaan ini masih dipegang teguh oleh mereka yang sudah berumur. Mereka yang datang ke candi ini, di larang keras membawa minyak gosok atau balsem. Karena, barang itu akan hilang. Tidak hanya itu saja, seluruh badan akan merasakan sengatan minyak gosok atau balsem yang dibawa tersebut.

Koordinat:

7°32′00″LS 110°21′00″BT

Lokasi:

Candi AsuCandi Asu berada di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah. Untuk mencapai lokasi ini, ada beberapa alternatif. Termudah dan tercepat adalah menggunakan kendaraan pribadi. Cukup mencari Kota Muntilan dan berbelok menuju ke Pasar Talun, sekitar 7 kilometer.

Begitu sampai di pasar tradisional terbesar di Kecamatan Dukun ini, melanjutkan ke Desa Sengi yang berjarak satu kilometer. Usai melintas ke Sungai Tlingsing akan menjumpai pertigaan di Pasar Sengi, ambil jalan yang lurus sekitar 100 meter, sampailah di Desa Sengi. Candi Asu berada di pinggir desa. Jika menumpang kendaraan umum hanya bisa sampai Pasar Talun, dari Kota Muntilan. Dari Pasar ini, dilanjutkan dengan naik ojek.

Potensi:

Candi AsuDi dekat Candi Asu, ada candi kecil lainnya yang bisa didatangi, yaitu Candi Pendem dan Candi Lumbung. Ketiganya, merupakan trilogi candi yang ada di lereng Merapi sisi Barat. Di Kecamatan Dukun juga ada lokasi pemantauan Gunung Merapi Babadan. Lebih ke atas lagi, sekitar 6 kilometer dari Candi, masuk Kecamatan Sawangan terdapat Ketep Pass, tempat melihat keindahan Gunung Merapi dan Merbabu.

Tips:
Guna menghindari udara dingin, pengunjung ada baiknya memakai sepatu yang nyaman dan penutup kepala.

0

 likes / One comment
Share this post:
  • […] Versi kedua, merupakan penjelasan dari keberadaan sumur di tengah bilik candi yang dipinggirnya terdapat Arca yang disebut Dewindani dalam bentuk asu atau anjing (taken from here). […]

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    code

    Archives

    > <
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec