10
Dec-2015

Candi Lumbung, Lambang Kemakmuran Masa Lampau

Candi Lumbung 2

Urusan perut, sudah dipikirkan sejak dulu kala. Nenek moyang dahulu, memiliki perhitungan cermat dan visioner. Makanya, ide menyimpan makanan sudah muncul, dan diwadahi dalam lumbung.

Sisi religius nenek moyang juga tinggi dan mereka merealisasikan dalam candi yang melambangkan kemakmuran tersebut. Terciptalah Candi Lumpung, yang berdiri di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut di lereng Barat Gunung Merapi.

Candi ini merupakan peninggalan jaman Hindu. Awalnya, Candi ini terletak enam meter di bawah tanah sawah dan dikelilingi oleh petak-petak sawah di satu sisi dan jurang sungai di sisi lainnya.Candi-Lumbung-5

Kini, candi telah pindah, pascaerupsi Merapi 2010 karena aliran lahar dingin mengancam candi ini. Dua meter dari candi Hindu ini, ada Sungai Pabelan dengan tebing curam setinggi 14 meter. Lokasi candi ini sangatlah tersembunyi pada awalnya, sekarang, sangat mudah ditemukan. Sepetak tanah milik desa menjadi tempat berdirinya candi yang memiliki tinggi 6,5 meter dan luas 8 x 8 meter tersebut.

Sayangnya, candi yang terdiri dari tangga dengan punden yang mengelilingi tubuh candi, atap candi sudah rusak dan batunya yang berjatuhan dibiarkan memenuhi bilik candi. Sedangkan pintu candi dan dindingnya masih kokoh berdiri. Pasca Erupsi Gunung merapi tahun 2010 candi ini dipindah dari tempat semula karena ancaman aliran lahar dingin.

Candi Lumbung ini mendapat namanya karena mungil dan memiliki bilik menyerupai lumbung atau tempat menyimpan padi.

Memiliki bilik menyerupai lumbung atau tempat menyimpan padi. Menunjukkan betapa cermat dan visionernya nenek moyang dalam menangani masalah pangan. Candi Lumbung berdekatan dengan Candi Asu dan Candi Pendem, yang  ada di Kecamatan Dukun. Karenanya, Candi ini dipastikan dibangun pada abad IX.

Mitos

Lumbung erat hubungannya dengan masalah pangan. Banyak orang yang datang untuk Candi Lumbung 4bertirakat untuk mendapatkan ‘pangan’. Maksudnya, banya petani yang tirakat untuk menentukan tanaman apa yang sebaiknya ditanam.

Kini, mitos ini tidak banyak yang melakoni tirakat tersebut. Candi ini juga paling jarang peziarah yang berkunjung, dibanding Candi Asu dan Candi Pendem.Tidak banyak yang memiliki nyali untuk tirakat di candi ini, terutama saat masih ada di pinggir kali. Banyak orang yang bersemedi di candi, di tengah ngelakoni, mereka dipindah ke luar candi di dekat tebing candi.

Koordinat:

 7° 28′ 0″ S, 110° 13′ 0″ E

 Lokasi:

 Sama seperti Candi Asu dan Candi Pendem, Candi Lumbung harus menyusuri jalan aspal sejauh 7 kilometer dari Pasar Talun yang masuk Kecamatan Dukun. Untuk mencapai Pasar Talun, begitu sampai Muntilan, tepatnya di perempatan Sayangan, tinggal ke Utara atau masyarakat setempat menyebut naik ke Pasar Talun.

Candi Lumbung, ada di Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Sawangan. Sebelum pindah, sangat sulit menemukan candi ini karena harus melewati pematang sawah. Sejak di pindah, justru dekat dengan jalan raya.Candi Lumbung 3

Alternatif jalan, bisa menggunakan jalur alternatif, Magelang-Boyolali. Begitu memasuki Desa Krogowanan, ada papan petunjuk ke arah Candi Lumbung, atau tanya kepada penduduk setempat.

Untuk mencapai, disarankan menggunakan kendaraan pribadi, khusus roda empat, jangan melewati Pasar Talun, tetapi pilihlah jalan lewat Blabak, Mungkid karena jembatan yang baru hanya bisa digunakan sepeda motor.

Demikian juga untuk yang menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Muntilan ada yang berhenti sampai pertigaan Tlatar, dan dari situ tinggal jalan kaki sekitar 10-15 menit.

 Potensi:

Selain Candi Lumbung, ada trilogi candi di daerah perbatasan dua kecamatan, Dukun dan Sawangan. Yaitu, Candi Asu dan Candi Pendem.

Candi Lumbung 1Jika ke atas lagi, ada arah Ketep Pass, sekitar 30 menit dengan kendaraan pribadi. Di Ketep Pass, wisatawan bisa menikmati pemandangan alam dengan dua gunung yang melatarbelakangi, yaitu Gunung Merapi dan Merbabu.

Masih di dekat Ketep Pass, sekitar 20 menit dari tempat wisata ini, ada air terjun yang masih perawan dan belum banyak disentuh modernisasi, yaitu Kedungkayang. Tidak banyak informasi yang menjelaskan Kedungkayang, selain keharusan membayar tiket masuk.

Dari Candi Lumbung, ke arah Timur atau memasuki Desa Sengi akan ditemui Pos Gardu Pandang, tempat pemantauan merapi. Jarak Pos Gardu Pandang ini bisa ditempuh 20-30 menit atau sekitar 7 kilometer dari Candi Lumbung. Pos Gardu Pandang ini, jaraknya kurang dari 2 kilometer dari puncak Merapi.

Tips:

  • Pilih musim kemarau, karena jalanan tidak becek dan licin.
  • Pakaian dan peralatan lapangan harus disiapkan, termasuk topi.
  • Obat-obatan, makanan dan minuman sebaiknya dipersiapkan sebelumnya. Kecuali siap dengan makanan dari warung yang tidak dijamin kebersihannya.
  • Pilihlah waktu di pagi hari, saat cuaca bagus, pemandangan alam, terutama latar belakang gunung tidak tertutup awan.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec