16
Jun-2016

Candi Sari, Tempat Beristirahatnya Pendeta Buddha

Candi Sari 4

Candi Sari diperkirakan dibangun abad ke- 8 Masehi. Tepatnya, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, bersamaan dengan masa pembangunan Candi Kalasan.

Kedua candi memiliki banyak kemiripan. Baik dari segi arsitektur maupun reliefnya. Keterkaitan kedua candi diterangkan dalam Prasasti Kalasan (700 Saka / 778 M).

Candi Sari 3Dalam Prasasti Kalasan terungkap, para penasehat keagamaan Wangsa Syailendra menyarankan agar Maharaja Tejapurnama Panangkarana atau Rakai Panangkaran mendirikan bangunan suci guna memuja Dewi Tara dan biara bagi para pendeta Buddha.

Untuk pemujaan Dewi Tara, dibangunlah Candi Kalasan. Sedangkan sebagai asrama pendeta Buddha dibangunlah Candi Sari. Fungsi sebagai asrama atau tempat tinggal terlihat dari bentuk keseluruhan bagian bangunan, utamanya di bagian dalamnya.

Dilihat dari stupa yang ada di puncaknya, candi ini jelas merupakan bangunan agama Buddha. Candi Sari ditemukan awal abad ke-20 dalam keadaan rusak berat. Pemugaran pertama dilaksanakan antara 1929 – 1930. Mengenai pemugaran tersebut, ahli kepurbakalaan dari Belanda, A.J. Bernet Kempers berpendapat hasilnya kurang memuaskan. Dalam arti pemugaran tersebut belum berhasil mengembalikan keutuhan bangunan aslinya. Ini disebabkan banyaknya bagian candi yang hilang. Selain itu, saat pertama kali ditemukan, ada bagian-bagian bangunan yang sudah rusak termakan usia. Terutama yang bukan terbuat dari batu.

Candi Sari 2Pada abad ke-19, sekitar 130 m dari Candi Kalasan ditemukan reruntuhan candi. Diperkirakan sebagai tempat tinggal para pendeta. Candi Sari yang sekarang, letaknya tidak jauh dari Candi Kalasan, merupakan sebagian saja dari kumpulan candi yang telah hilang.

Diperkirakan, dahulu ada pagar batu yang mengelilingi candi. Pintu masuk candi dijaga sepasang Arca Dwarapala yang memegang gada dan ular. Seperti yang ada di depan Wihara Plaosan.

Candi Sari berbentuk persegi panjang, berukuran 17,30 x 10 meter. Konon denah dasar aslinya lebih panjang dan lebih lebar. Karena kaki yang asli menjorok keluar sekitar 1,60 meter. Tinggi keseluruhan candi dari permukaan tanah sampai puncak stupa adalah 17 – 18 meter.

Gerbang candi, yang lebarnya kira-kira sepertiga lebar dinding depan dan tingginya separuh dari tinggi dinding candi, sudah tak ada lagi. Yang tersisa hanya bekas tempat bertemunya dinding pintu gerbang dengan dinding depan. Menurut Kempers, Candi Sari aslinya merupakan bangunan bertingkat dua atau tiga. Lantai atas dulunya digunakan menyimpan barang-barang untuk kepentingan keagamaan. Sedangkan lantai bawah dipergunakan untuk kegiatan keagamaan dan sosial. Seperti belajar-mengajar, berdiskusi, dan lainnya. Tembok candi ini dilapisi dengan Vajralepa (Brajalepa), lapisan pelindung yang juga didapati di dinding-dinding Candi Kalasan.

Candi Sari 5Dari luar terlihat tubuh candi terbagi menjadi dua tingkat. Yaitu, dengan adanya dinding yang menonjol melintang seperti “sabuk” mengelilingi bagian tengah tubuh candi. Pembagian tersebut diperjelas dengan adanya tiang-tiang rata di sepanjang dinding tingkat bawah dan relung-relung bertiang di sepanjang dinding tingkat atas.

Relung-relung di sepanjang dinding luar candi, baik di tingkat bawah maupun atas saat ini dalam keadaan kosong. Diperkirakan, relung-relung tersebut tadinya dihiasi dengan arca-arca Buddha.

Dinding luar tubuh dipenuhi pahatan arca dan hiasan lain yang sangat indah. Ambang pintu dan jendela masing-masing diapit oleh sepasang arca lelaki dan wanita dalam posisi berdiri memegang teratai. Jumlah arca secara keseluruhan adalah 36 buah, terdiri dari 8 arca di dinding depan (timur), 8 arca di dinding utara, 8 di dinding selatan, dan 12 di dinding barat (belakang). Ukuran arca-arca itu sama dengan ukuran tubuh manusia pada umumnya.

Candi Sari 1Di bagian lain, dinding dipenuhi dengan pahatan berbagai bentuk. Seperti Kinara Kinari (manusia burung), Suluran, dan Kumuda (daun dan bunga yang menjulur keluar dari sebuah jambangan bulat). Di atas ambang jendela dan relung-relung dihiasi dengan Kalamakara tanpa rahang bawah dalam bentuk yang dekoratif dan jauh dari kesan seram. Hal yang sama terlihat pada dinding Candi Kalasan. Dinding Candi Sari juga dilapisi oleh lapisan Vajralepa, yang berfungsi memberikan warna cerah dan mengawetkan batu.

Tangga naik ke permukaan kaki candi telah hancur. Di sisi tangga ada umpak batu. Tidak jelas, apakah umpak batu itu berada di tempatnya semula. Tampaknya, bagian bawah umpak tadinya terbenam dalam tanah.

Pintu masuk berada di bagian tengah sisi panjang di sebelah Timur. Aslinya, ambang pintu di dinding candi tersebut berada dalam bilik penampil yang menjorok keluar. Saat ini, bilik penampil tersebut sudah tidak bersisa. Sehingga pintu masuk ke ruang dalam candi langsung terlihat. Hiasan di bingkai dan Kalamakara di atas ambang pintu cukup sederhana, karena hiasan yang indah terletak di dinding luar bilik pintu.

Koordinat:

7° 31′ 40″S, 110° 30′ 44″ E

Lokasi:

Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sekitar 10 Km dari pusat kota dan 3 km dari Candi Kalasan. Sesuai nama desa tempatnya berada, Candi ini juga disebut Candi Bendan.

Tiket :

– Tiket masuk cukup terjangkau Rp 5.000,- (2014)

Transportasi:

– Bisa ditempuh dengan kendaraan umum. Dari Jogja sampai Kalasan dan selanjutnya naik ojek bisa jadi pilihan.
– Disarankan memakai kendaraan pribadi.
– Bisa ditempuh dengan bersepeda (banyak tempat penyewaan sepeda.

Tips:

– Disarankan memakai pakaian yang sopan dan santai.
– Jangan lupa memakai penutup kepala.
– Kondisi fisik harus bagus.

1

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec