Pemerintahan Jokowi-JK sangat konsern terhadap dunia pariwisata. Bahkan, sektor ini diharapkan menjadi penyumbang devisi bagi negara ini.

Sektor pariwisata mendapatkan kucuran dana lebih besar pada tahun mendatang. Pada 2015, pariwisata mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 2,472 triliun. Sedangkan tahun depan, pemerintah sudah menyiapkan dana hampir dua kali lipatnya, yakni Rp 5,643 triliun.

Pemerintah berharap, melalui penambahan alokasi dana tersebut , sektor pariwisata diharapkan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Haris Almashari menyatakan, target kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur masih belum maksimal. Saat ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menggencarkan promosi kepariwisataan dengan menambah anggaran wisata di seluruh Indonesia sebesar Rp 5 triliun.

“Kalau angka kunjungan hanya 250 ribu wisatawan per tahun, itu angka yang cukup kecil. Kalau bisa ya mbok ditambah. Misal, 1 juta wisatawan atau 2 juta wisatawan,” kata Abdul Haris saat berkunjung ke Candi Borobudur, beberapa waktu lalu.

Abdul Haris melanjutkan, kenaikan anggaran untuk sektor pariwisata, otomatis promosi wisata semakin gencar. Target wisatawan juga akan ditingkatkan dari 10 Juta pada tahun 2015, menjadi 20 juta di tahun berikutnya, 2016.

Demikian juga dengan pendapatan dari sektor wisata. Tahun 2015, diharapkan bisa mencapai Rp 155 triliun. Selanjutnya, tahun depan, 2016, meningkat menjadi Rp 172 triliun.

“Pada tahun 2015, ada 255 juta perjalanan wisata. Di tahun 2016, pemerintah harus mampu mendorong kenaikan perjalanan wisata. Harapannya, bisa meningkat menjadi 260 juta perjalanan wisata,” katanya.

Sedangkan Anggota Komisi X Bambang Sutrisno mengatakan, penambahan alokasi dana sebesar itu untuk pengembangan pariwisata di tanah air.

Bambang berharap, Jawa Tengah dan Yogyakarta bisa memanfaatkan kesempatan besarnya jumlah anggaran pengembangan wisata di wilayah tersebut. Pertimbangannya, hampir seluruh candi
besar seperti Borobudur, Prambanan, dan Boko berada di peta wisata yang ada di Jawa Tengah dan Jogja.

“Selain itu, Jawa Tengah dan Yogyakarta dikenal dengan banyak kerajaan. Tidak salah, kalau semua stake holder mendorong Kementerian Pariwisata
mengembangkan destinasi wisata religi,” katanya.

Meski bertaraf internasional, Candi Borobudur dinilai belum memberikan dampak ke pemerintah daerah. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah Prasetyo Ariwibowo mengatakan, Borobudur hanya memberikan kontribusi berupa image branding pada sektor wisata Jawa Tengah. Termasuk untuk pengurangan kemiskinan di provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo tersebut.

“Candi Borobudur belum memberikan kontribusi dari sisi pendapatan. Bahkan, keberadaan candi yang dikenal sebagai warisan budaya dunia ini hanya sebatas memberikan brand image pada Jawa Tengah dan pajak dari parkir,” katanya.(*)

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec