08
Jun-2013

Demi Wayang Sarungku Hilang

Galeri   /  

Aku bersyukur, bakat ini masih mau mengikutiku bahkan menyelamatkan ekonomi keluargaku. Bagaimana tidak? Aku hanyalah pensiunan pegawai kecil. Kerja terakhirku sebelum pensiun adalah staf pada ruang perpustakaan sebuah sekolah menengah pertama. Diangkat menjadi pegawai negeri sipil sudah tua, jadi masa kerjaku juga singkat dan uang pensiunpun tidak seberapa. Ketika tahun 1999 secara resmi aku pensiun, bakat ini kemudian membimbingku membuka kembali kotak simpanan peralatan menggambar yang sudah cukup berdebu meskipun tidak berjamur karena kusimpan di tempat kering. Saat itulah terang benderang seluruh rongga syaraf pusat harapan di dalam batok kepalaku. Artinya, aku kini memiliki waktu sangat banyak untuk kembali menggunakan alat-alat gambarku.

Sebagaimana rindu kasih Hamlet terhadap Ophelia yang terpendam sebegitu dalam oleh rintangan-rintangan yang diciptakan Polonius ayah Ophelia, dalam Kisah Hamlet Pangeran Denmark karya William Shakespeare, saat itu aku tumpahkan seluruh kerinduanku untuk menggambar. Tokoh-tokoh wayang yang selama aku bekerja hanya bisa muncul dalam dunia imajinasiku, saat itu secara leluasa waktu dapat aku visualkan dalam media abstrak. Ada yang di balik kertas iklan, di buku tulis kosong, atau pada gulungan-gulungan kertas lama yang masih tersisa ruang kosongnya. Aku memang memiliki latar belakang pendidikan seni rupa. Saat remaja, sekitar tahun 1950-an aku sudah kursus sungging wayang di Perguruan Seni Habiranda. Tahun 1967 aku masuk SSRI (Sekolah Seni Rupa Indonesia) Yogyakarta. Lalu kuliah di ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) Yogyakarta. Baru sampai tahun ke-dua aku ke luar karena kesibukan di Bengkel Teaternya WS Rendra. Sebagai properti-man setiap hari aku harus bekerja memenuhi kebutuhan pentas Bengkel Teater yang saat itu cukup padat. Bahkan acapkali aku harus kerja lembur. Karena keberhasilanku memenuhi seluruh kebutuhan properti pementasan demi pementasan secara tepat waktu, maka mas Willy (WS Rendra) memberi anugerah tambahan nama “Tertib” di depan nama asliku Suratmo.

Ihwal kecintaanku pada dunia pewayangan sebenarnya sudah berlangsung semenjak kecil. Setiap kali ada pergelaran wayang kulit aku dan kawan-kawan sebaya selalu datang. Jika mengantuk, tidurnya di dekat panggung. Bahkan aku pernah kehilangan sarung gara-gara tertidur di dekat panggung wayang kulit itu. Saking seringnya nonton wayang sampai aku punya beberapa dalang idola antara lain Hadi Sugito yang tajam kritikan sosialnya, Nartosabdo yang sangat menguasai kisah-kisah yang ia ceritakan serta Timbul Hadiprayitno yang sangat setia pada pakem wayang itu. Di rumah pun aku sangat mengagumi bapakku yang sering menjadi pemain wayang orang dan pemain kethoprak di sela pekerjaan hariannya sebagai buruh pabrik batu bara.

Kini aku membuat wayang dari bahan kertas. Meskipun dari kertas, namun kekuatannya mendekati bahan kulit, karena yang kupergunakan adalah kertas jenis marga yang seratnya cukup kuat. Mula-mula kertas marga aku gambari tokoh wayang sebagai panduan saat aku menatahnya. Selesai kutatah, tokoh kuberi warna sesuai karakter dan busananya menggunakan cat bubuk warna. Terakhir aku me-“nyawi” tokoh wayang itu, atau menghitamkan bagian-bagian tertentu dari wayang untuk memberi penegasan, istilah umumnya finishing touch. Ada saja pembeli yang datang ke rumahku di Dipowinatan, Kelurahan Keparakan, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta. Mereka biasanya mencari wayang kertasku karena berpikiran bisa mengkoleksi wayang dengan garapan tatah dan sungging sama dengan wayang kulit namun harganya cukup terjangkau, karena wayang kertas buatanku kisaran harganya hanya sekitar Rp 25.000 sampai Rp 150.000.

Sekali lagi aku bersyukur, di masa senja ini masih tetap “bergerak dan berbuat” karena bakatku. Bahkan hasil karya ini dapat menghidupi keluargaku, meskipun istriku juga ikut membantu mengais nafkah dengan menerima jahitan dan menjual bunga kamboja kering untuk bahan obat kecantikan.

Naskah & Foto: Himawan

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec