24
Jun-2016

Di Ketingan, Mengamati Kuntul Sembari Bertani

Kuntul di Ketingan 2
Keberadaan habitat burung di Yogyakarta hanya ada di tempat-tempat tertentu. Mereka yang membentuk sarang dan hidup berdekatan dengan manusia, sangat langka. Di Yogyakarta, hanya ada beberapa tempat yang bisa dilacak. Yakni, di hutan buatan Kompleks Universitas Gadjah Mada (UGM), kompleks Kebun Binatang Gembira Loka (GL), dan di Sleman, tepatnya di Dusun Ketingan.
Khusus di Ketingan, komunitas burung yang cukup banyak adalah Kuntul (Blekok). Kini, keberadaan kawanan Burung Kuntul di Dusun Ketingan tersebut menjadi daya tarik obyek wisata yang menarik minat banyak wisatawan. Terutama bagi mereka yang menyukai dunia binatang.
Di dusun yang dinobatkan sebagai desa wisata tersebut, wisatawan juga bisa mengikuti kegiatan warga setempat. Seperti bertani di sawah seperti yang mereka lakukan sehari-hari. Wisatawan juga bisa mengikuti kegiatan seni tradisional dan praktek membuat makanan dan minuman khas warga setempat.Kuntul di Ketingan 1
Jika ingin bermalam di desa wisata ini, sejumlah rumah bisa disewa sebagai home stay. Saat malam hari, wisatawan bisa mendengar suara binatang malam. Seperti jangkrik dan kodok. Kalau beruntung, wisatawan melihat kunang-kunang yang mungkin jarang ditemukan di perkotaan.
Ketingan menjadi desa wisata dan berada di Desa Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Daya tarik utama Desa Ketingan memang Burung Kuntul. Burung ini datang pada 1997. Oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, Desa Ketingsn diresmikan sebagai desa wisata pada tahun 2005.
Oh ya, sekilas tentang Kuntul putih. Burung ini  termasuk dalam famili Ardeidae. Burung Kuntul Putih berbeda dengan Bangau (Ciconiidae). Ukurannya  tubuhnya lebih ramping dan sedikit lebih kecil daripada Bangau.  Berkaki dan berleher panjang.  Keistimewaan Burung Kuntul putih saat terbang, lehernya membentuk huruf S. Burung Kuntul termasuk satwa unggas yang dilindungi.

Kuntul di Ketingan 3Sejarah
Desa wisata ini bermula dari peresmian jalan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 1997. Saat acara berlangsung, tiba-tiba banyak sekali burung Kuntul (Blekok) datang ke desa itu. Dari hari ke hari, jumlah burung terus bertambah dan bersarang di pohon – pohon desa ini sampai sekarang.
Saat sore hari, burung-burung tersebut bisa mencapai ribuan ekor. Burung Blekok datang saat musim penghujan, atau  saat memasuki musim kawin. Awalnya, warga Ketingan khawatir akan keberadaan kawanan burung Kuntul yang bermigrasi ke kampung mereka. Warga takut jika burung-burung ini akan mengganggu tanaman padi atau pohon melinjo yang menjadi sumber utama penghidupan mereka.
Ternyata, keberadaan burung-burung itu tidak merusak tanaman dan malah burung-burung tersebut menjadi sebuah obyek wisata yang menarik minat banyak wisatawan.
Hingga kini, warga Ketingan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keberadaan komunitas burung Kuntul yang berhabitat di daerahnya. Komitmen dan kepedulian menjaga lingkungan dan habitat ini yang mengantarkan dusun ini menjadi salah satu dusun konservasi di Yogyakarta.
Semua burung yang tinggal di kampung tersebut, nyaman tinggal di beberapa jenis pohon. Seperti pohon johar, pohon mlinjo, pohon adem-adem ati, pohon bambu, pohon nangka, dan pohon flamboyan.

Koordinat:
GPS : -7° 44′ 45.11″, +110° 19′ 44.99″Kuntul di Ketingan 5

Lokasi
Desa wisata Ketingan terletak di Dusun Ketingan, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Sleman, Yogyakarta.
Untuk mencapai lokasi ini, bisa dari Jalan Magelang, tepatnya Terminal Jombor sekitar 3 kilometer (Km).
Disarankan menggunakan kendaraan pribadi, baik roda empat atau roda dua. Bisa juga ditempuh dengan sepeda, mengingat jalan yang datar.
Alternatif lain, menggunakan jasa ojek menuju desa tujuan dengan biaya kurang lebih Rp 10.000,00.
Rute yang paling mudah ditempuh, dari pusat Jogja menuju Terminal Jombor. Di sini, mengambil arah barat (1km) sampai perempatan atau Pasar Ccebongan. Dari sini, mengambil rute ke kiri menuju arah Mapolsek Mlati (300 m). Dari sini, sudah terlihat papan penunjuk jalan menuju Desa Wisata Ketingan yang ada di sebelah kiri jalan.

Fasilitas:
Bila berkunjung ke desa wisata ini, ada beberapa fasilitas yang akan diperoleh:

  • Pemandu lokal
  • Menara pengamatan burung
  • Tempat menginap ala pedesaan (30 rumah, kapasitas 70 orang. Biaya Rp 50.000,00 per orang per hari)
  • Makanan dan minuman khas Dusun Ketingan
  • Tersedia kendaraan antar-jemput (bila dibutuhkan)

Kuntul di Ketingan 4Di samping keberadaan Kuntul, Dusun Ketingan masih kental dengan nuansa budaya pedesaan. Di sini, selain melihat atau ikut kegiatan di sawah, tegalan, atau kandang ternak, wisatawan bisa mengikuti kegiatan kesenian. Seperti jathilan, gejog lesung, pek bung, dan lainnya. Mereka juga bisa belajar membuat jamu atau emping mlinjo yang diolah dengan cara sederhana.

Atraksi alternatif:

  • Pengamatan burung (bird watching)
  • Kegiatan pertanian
  • Mengikuti kegiatan seni tradisional
  • Membuat dan mencicipi makanan dan minuman khas

Tips:

  • Siapkan waktu lebih banyak untuk mengikuti aktivitas di Desa Wisata Ketingan.
  • Kebanyakan aktivitas di outdoor, persiapkan pakaian lapangan yang sesuai.

 

0

 likes / One comment
Share this post:
  • kristanto says:

    sangat informatif . thx

  • Leave a Reply to kristanto Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Archives

    > <
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec