24
Dec-2014

Di Pentingsari, Waktu Lebih Cepat Berlalu (1)

Akhir Oktober 2014. Keinginan yang lama terpendam akhirnya kesampaian. Berempat, kami melakukan perjalanan ke lereng Merapi sisi Timur. Tujuan kami adalah Dusun Wisata Pentingsari.

Berangkat dari Jogja pukul 12.00 wib, kami menyempatkan singgah di Warung Bu Sri, di tepian Jalan Raya Pakem-Cangkringan setelah perjalanan sekitar 30 menit. Di warung sederhana dengan menu yang serba lezat ini, kami memutuskan untuk mengobati perut yang lapar. Perut terisi dan lebih tenang, perjalanan pun kami lanjutkan keatas menyusuri jalan yang mengarah ke Padang Golf Cangkringan.

Sekitar 10 menit, kami berbelok kiri setelah melihat plang bertuliskan Desa Wisata Pentingsari. Sekitar 1,5 Km melintas di jalanan kampung yang berkelok-kelok, kami pun sampai di rumah Pak Sumardi Ketua Umum Desa Wisata Pentingsari. Seandainya seorang bapak tua tidak menunjukkan arah, tentu kami cukup kesulitan menemukan rumah nan asri di tengah kampung ini. Kawan seperjalanan, yang rupanya belum pernah sampai ke dusun ini, tak kuasa menahan kekaguman. Sepanjang perjalanan, decak dan celoteh terus mengalir.     Desa Pentingsari 5

Kedatangan kami disambut Pak Sumardi. Lelaki sederhana yang rambutnya telah memutih sempurna ini lantas mengajak kami masuk ke serambi rumah dan langsung terlibat obrolan panjang. Usia konon sudah 85 tahun, tapi ternyata Pak Sumardi tetap sosok kawan ngobrol yang sangat baik. Ingatannya masih cemerlang. Bahkan, dengan mudah masih bisa mengingat sejarah panjang Dusun Pentingsari, yang dulunya lebih dikenal dengan nama Desa Bonorejo.

Berteman teh hangat dan setoples besar camilan, Pak Sumardi pun lantas berkisah tentang masa lalu desa yang pernah menerima penghargaan dari World Committee on Tourism Ethics-WCTE sebagai desa wisata yang telah menerapkan prinsip-prinsip Kode Etik Pariwisata Dunia tahun 2011. David de Villers dari WCTE mengungkapkan, Pentingsari menurut pengamatan memang sudah sesuai dengan prinsip-prinsip Kode Etik Pariwisata Dunia, diantaranya penerapan upaya pemberdayaan masyarakat lokal atau community-based tourism.
Masyarakat lokal sebagai pelaku dengan pengelola desa wisata, dapat memperoleh keuntungan secara ekonomi. Namun tetap mempertahankan pada kearifan lokal baik lingkungan sosial budaya maupun lingkungan alamnya. Disisi lain, wisatawan yang datang ke desa wisata tidak sekedar melihat potensi lokal yang ditawarkan, akan tetapi dapat melakukan sesuatu yang menawarkan pengalaman langsung yang mengesankan. Selain itu keberadaan wisatawan ke desa wisata juga dapat mendorong masyarakat lokal untuk lebih peduli dan mempertahankan keaslian alam dan tradisi budaya yang ada.Desa Pentingsari 4
Saat ini, Pentingsari menjadi salah satu desa wisata andalan. Bukan hanya di Sleman, bahkan DIY. Setiap tahun tak kurang dari puluhan ribu wisatawan datang ke desa ini. Kebanyakan adalah rombongan dari perguruan tinggi ataupun pelajar setingkat SMA atau SLTP dari berbagai kota di Indonesia. Sekali tempo, wisatawan asing juga nampak singgah dan bermalam disini. Yang pasti, kebanyakan dari mereka ingin menikmati dan merasakan suasana kehidupan di desa yang masih benar-benar desa.
“Sekarang sudah sekitar 73 homestay. Kalau dulu hanya ada 15 warga yang rumahnya boleh disewa. Itupun rata-rata hanya menyewakan 1 kamar di setiap rumah. Saat awal menetapkan sebagai desa wisata, bukan main susahnya meyakinkan warga agar mereka mau menyiapkan sebagian dari rumahnya untuk tamu menginap,” kata Sumardi menuturkan. Desa Pentingsari 3
Ditanya kapan desa wisata ini berdiri, Sumardi tangkas menjawab: Tahun 2008. Awalnya, setahun sebelumnya, warga membikin program yang lantas diajukan ke Pemkab Sleman. Belum diperoleh ijin, 2008 kemudian mereka mengajukan lagi, dan April baru resmi berdiri.
Sebagai desa wisata yang terbilang baru, prestasi Pentingsari cukup menonjol. Kekompakan warga dalam menjaga kelestarian alam dan memelihara lingkungan, kerap membuahkan penghargaan dalam berbagai lomba. Sejumlah penghargaan, bahkan sudah diraih sejak jauh sebelum desa wisata ini lahir. Diantaranya, juara Lomba Pekarangan Tahun 1970. Kemudian terulang lagi di tahun 1981 untuk tingkat provinsi, dan Lomba Penghijauan tahun 2002.
Prestasi inilah, yang membawa nama Pentingsari naik daun hingga ke nasional, dan membawa sejumlah tokoh akhirnya datang berkunjung. Termasuk diantaranya Almarhum Sri Sultan HB IX, Gubernur Jateng pada waktu itu, serta sejumlah pejabat dari Jakarta termasuk Joov Ave. Bahkan, mantan Menteri Pariwisata Jero Wacfik pernah menyempatkan diri menginap hingga 3 kali di desa wisata peraih penghargaan dari PBB untuk pelestarian alam dan budaya Tahun 2011 ini.Desa Pentingsari 2

Lokasi : Di lereng gunung Merapi sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Jarak tempuh dari pusat kota bisa mencapai 45 menit.

Menuju Lokasi : Lebih disarankan menggunakan kendaraan pribadi atau rental. Dari Jogja ke utara melintas di Jalan Kaliurang. Sampai simpang empat Pakem, berbelok ke kanan (timur) menuju RM Morolejar. Terus naik lagi sekitar 2 Km di sebelah kiri jalan sudah ada plang petunjuknya.

Luas Desa : 103 hektar
Potensi : Selain alam lingkungan, Pentingsari memiliki 8 lokasi bersejarah. Selain keadaan alam pegunungan yang sangat alami seperti persawahan, hutan dan sungai. Wisata alam yang disedikan di Pentinsari antara lain outbond dan camping ground (5000-6000 m2). Selain itu ada pula kolam pemancingan serta dam yang berfungsi untuk menahan lahar dingin gunung Merapi.

Koordinat GPS : -7° 36′ 45.26″, +110° 26′ 15.40″

Fasilitas : 73 homestay, dengan jumlah kamar berkisar 3-4 buah per homestay. Camping Ground, jalur Trekking, areal pemancingan, pemandian pancuran, sejumlah kesenian tradisional dan lain sebagainya.

Tarif : Rp. 55.000 per orang per hari. Dengan mengeluarkan uang sebesar itu, pengunjung sudah mendapatkan fasilitas homestay ditambah makan tiga kali.

 

2

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec