24
Feb-2015

Di Pentingsari, Waktu Lebih Cepat Berlalu (2)

Menjelajah alam di Pentingsari, sungguh pengalaman tak terlupakan. Selain menyehatkan, karena alam lingkungan yang masih segar dan bersih, Anda juga menemui jejak-jejak sejarah berbingkai cerita yang menarik.

Dusun Pentingsari dari peta terlihat berbentuk seperti semenanjung. Sebelah barat terdapat lembah yang sangat curam yaitu kali Kuning dan sebelah selatan terdapat lembah yang terdapat Goa Ledok atau dikenal juga dengan Ponteng dan Gondoran, kemudian sebelah timur terdapat lembah yang juga curam yaitu Kali Pawon. Sedangkan di sebelah utara merupakan dataran yang dapat berhubungan langsung dengan tanah di sekeliling kelurahan Umbulharjo sampai ke pelataran gunung Merapi.  Desa Pentingsari II 1
Dusun Pentingsari memang dikaruniai alam pegunungan yang asri dan alami. Letaknya dilereng gunung Merapi merupakan modal besar untuk pengembangan desa wisata Dusun Pentingsari. Keunikan alamnya, berpadu dengan sistem kerja dan semangat pemberdayaan masyarakat yang dibangun oleh para tokohnya menjadi kekuatan tersendiri. Juga keragaman vegetasi, yang agaknya memang dipertahankan oleh masyarakat.
“Kita bersyukur, sampai saat ini warga Pentingsari adalah warga asli. Artinya, masih cukup mudah bagi kami untuk mempertahankan kondisi lingkungan seperti adanya. Kita berusaha semaksimal mungkin tidak mengubah kondisi lingkungan. Kita hanya melakukan penataan-penataan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan,” papar Sumardi.
Desa Pentingsari II 8Selain vegetasi yang komplit dan lestari, Pentingsari masih memiliki potensi lain. Mulai dari pancuran, kali atau sungai serta bebatuan lengkap dengan dam atau bendungan penahan banjir, persawahan, hutan, gua serta jalur tracking yang istimewa. Pentingsari, juga memiliki sejumlah tempat dengan sejarah masa lalu yang memikat. Banyaknya wisatawan domestik ataupun manca, telah mendorong masyarakat mengembangkan fasilitas outbond dan camping ground seluas sekitar 6000 m2.
Di Desa Pentingsari ini, setidaknya ada 11 obyek wisata yang bisa dikunjungi wisatawan dengan melakukan kegiatan tracking menyusuri satu persatu obyek tersebut. 11 tempat wisata ini bisa dibagi dalam dua kelompok obyek wisata yaitu wisata alam dan wisata sejarah.

Obyek wisata sejarah yang dimiliki Desa Pentingsari adalah Watu Gajah, Watu Dakon, Watu Persembahan serta Pancuran Sendangsari. Obyek wisata alam yang bisa dikunjungi wisatawan adalah sungai kuning dan dam sabu dengan air pegunungan yang bersih dan alami.

Ada kisah menarik tentang Watu (batu) Gajah yang ada di Desa Pentingsari ini. Menurut Sumardi, dulu kala, Sri Sultan Hamengku Buwono IX pernah mengambil keris di lokasi Watu Gajah yang bila dilihat memang bentuknya menyerupai binatang gajah. Sementara obyek Watu Dakon berada tidak jauh dari Watu Gajah. Watu Dakon adalah salah satu tempat bagi Pangeran Diponegoro dan prajuritnya mengatur serangan gerilya terhadap Belanda. Pada batu ini terdapat beberapa lobang kecil-kecil yang digunakan untuk bermain dakon guna menentukan tempat sasaran serangan terhadap pasukan Belanda.
“Jika lubang kosong pada dakon itu terisi berarti tempat itu yang akan diserang,” kata Sumardi.Desa Pentingsari II 3

Banyak hal yang dapat dilakukan pengunjung ketika bertandang ke Desa Wisata Pentingsari. Salah satu yang ditawarkan oleh pengurus desa wisata adalah tracking mengelilingi Desa Pentingsari. Pengunjung yang melakukan tracking ini dapat berjalan-jalan keliling Desa Pentingsari, melewati kebun salak, hamparan tanaman padi, serta melewati lembah Sungai Kuning dan Pawon. Pengunjung dapat meminta kepada pengurus desa wisata untuk ditemani pemandu. Dengan guide selain lebih nyaman dan aman supaya tidak tersesat, juga akan banyak mendapat informasi seputar potensi desa.

Berikut daftar obyek yang bisa dikunjungi di Pentingsari:Desa Pentingsari II 6
1. Pancuran Sendang. Pancuran Sendang merupakan sumber mata air yang keluar dari pinggir tebing Kali Kuning. Debit air pancuran ini cukup deras dan bercampur dengan pasir. Namun, untuk menuju lokasi pancuran ini, pengunjung harus terlebih dahulu melewati lembah yang menurun dan berkelok. Ada beberapa kisah menarik mengenai asal usul Pancuran Sendang ini. Konon, ada seorang pangeran dari daerah Madura, yang berkeliling untuk mencari obat bagi putrinya yang sedang sakit penglihatan. Pangeran tersebut juga mengelilingi Gunung Merapi. Ketika sampai di bagian Barat, pangeran merasa lelah dan tertidur di lereng tersebut. Dalam mimpinya, pangeran di suruh memasukkan keris yang dimilikinya ke tebing. Maka, ketika terbangun, tanpa ragu lagi pangeran pun langsung menusukkan kerisnya ke tebing. Seketika muncratlah air dari tebing itu. Sang pangeran segera menampung air tersebut dan memberikannya kepada putrinya hingga sang putri sembuh seperti sedia kala. Berdasarkan cerita itu, tak heran jika masyarakat setempat percaya bahwa air sendang ini berguna untuk mengobati penyakit manusia dan hewan.
2. Gua Ponteng, merupakan gua yang terletak di sebelah Selatan desa. Tepatnya, berada di antara pertemuan Sungai Pawon dan Sungai Kuning. Menurut cerita masyarakat setempat, dahulu gua ini sering digunakan sebagai tempat bertapa dan juga tempat persembunyian dari kejaran tentara Belanda. Konon, tentara Belanda yang mengejar tentara pribumi sampai ke gua ini pasti akan hilang, dan tidak ditemukan lagi.
3. Batu Dakon. merupakan batu padas yang keras dan berlubang. Nama dakon sendiri diambil dari nama permainan tradisional anak-anak, yang di beberapa daerah dikenal dengan nama congklak. Batu Dakon yang terletak di selatan Desa Pentingsari ini, konon di jaman penjajahan Belanda, digunakan untuk meramal nasib seseorang. Jika ada yang ingin mengetahui keberuntungan atau ingin cita-citanya bisa terkabul, bisa menggunakan Batu Dakon dengan memperhitungkan weton hari baik dan buruk.Desa Pentingsari II 9
4. Kali Pawon. Nama Kali Pawon diambil dari bahasa Jawa yang berarti “dapur”. Nama ini, dilekatkan pada salah satu kali yang terletak sekitar 300 m dari Desa Pentingsari. Konon, kali tersebut kerap digunakan sebagai tempat memasak para prajurit Pangeran Diponegoro. Para prajurit ini tidak hanya menggunakannya untuk memasak, namun juga untuk keperluan sehari-hari lainnya, seperti untuk tempat tinggal. Para prajurit yang tinggal di sini adalah mereka yang tengah bergerilya melawan tentara Belanda.
5. Luweng. Di Desa Pentingsari, terdapat sebuah batu cadas besar yang sangat keras, yang terletak di pinggir Kali Pawon. Konon, batu ini kerap digunakan sebagai tempat memasak oleh para prajurit Pangeran Diponegoro. Maka tak heran jika batu ini dinamakan Batu Luweng, yang dalam bahasa Jawa berarti tungku. Hingga saat ini, masyarakat masih meyakini bahwa Batu Luweng adalah peninggalan Pangeran Diponegoro yang dianggap keramat. Menurut cerita masyarakat setempat, terkadang masih muncul hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal di malam hari. Semisal, terdengar suara yang sangat ramai, seperti suara orang yang sedang mengadakan kegiatan memasak. Terkadang juga tercium aroma gurih dari arah Batu Luweng, padahal ketika didekati tidak ada apa-apa.Desa Pentingsari II 7
6. Tempuran. Di ujung selatan Desa Pentingsari terdapat pertemuan Kali Pawon dan Kali Kuning. Oleh masyarakat setempat, tempat pertemuan ini disebut dengan Tempuran. Di zaman dahulu, Tempuran digunakan sebagai tempat bersemedi dan mensucikan diri. Saat ini, Tempuran dapat dijadikan tempat bermain air yang menyenangkan.
7. Batu Persembahan. Batu Persembahan merupakan salah satu lokasi yang memiliki cerita sangat menarik di Desa Pentingsari. Batu ini berukuran cukup besar dan terletak di pematang sawah milik seorang warga. Menurut warga setempat, setiap tahun, tepatnya di Bulan Suro, ada tiga ekor kera yang akan datang dari Gunung Merapi. Ketiga kera ini akan berdiri pada batu tersebut, hingga salah satunya akan hilang. Konon, kera yang hilang ini dijadikan persembahan untuk Baroklinting, ular penjaga Desa Pentingsari.

Koordinat GPS : -7° 36′ 45.26″, +110° 26′ 15.40″
Lokasi : Desa Pentingsari terletak di Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta, Indonesia.
Harga Tiket : Setiap pengunjung yang datang ke desa wisata ini akan dikenakan biaya Rp 70.000 (2014) per orang, per hari. Dengan mengeluarkan uang sebesar itu, pengunjung sudah mendapatkan fasilitas homestay ditambah makan tiga kali. Selain live in tamu juga dapat mengambil paket belajar membajak, belajar pertanian jamur/ tracking/mengolah sawah, kemudian belajar gamelan, belajar membantik, sewa limasan dan lain sebagainya.Desa Pentingsari II 10

Akses : Untuk saat ini, belum ada transportasi umum yang dapat mencapai kawasan Desa Pentingsari. Oleh karena itu, disarankan bagi para wisatawan yang berkunjung untuk menggunakan kendaraan sewaan jika ingin menyambangi desa wisata ini. Di DI Yogyakarta, mobil sewaan bisa didapat dengan kisaran harga Rp 250.000 hingga Rp. 400.000 bergantung jenis mobil yang ingin disewa. Namun, bagi pengunjung yang datang dari luar Provinsi DIY, pengurus Desa Wisata Pentingsari akan menyediakan sarana penjemputan di Bandara Adi Sutjipto.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec