Sejumlah romo, suster dan bruder di Keuskupan Agung Semarang bakal tampil dalam gelaran Opera Jenaka Romo, di Tentrem Ballroom Hotel Tentrem, Jl. AM Sangaji, Jogja, Selasa 29 September 2015 malam. Mereka akan berkolaborasi dengan sejumlah seniman, diantaranya Marwoto Kawer, Den Baguse Ngarso, Didik Nini Thowok serta Trio GAM dari KUA Etnika.

Dalam penjelasannya kepada media, Djaduk Ferianto selakau sutradara mengaku kepincut dengan ide berkesenian para room. Menurut Djaduk, cerita “Petruk (Pengen) Dadi Romo” memang ide dasarnya dari cerita pewayangan “Petruk Dadi Ratu” yang selama ini sudah banyak diketahui masyarakat.

“Ide itu muncul setelah saya bertemu dengan para romo. Mereka ternyata juga memiliki guyonan-guyonan yang lucu, yang selama ini tidak diketahui orang banyak. Jiwa seni para room ternyata tidak kalah dengan kawan-kawan seniman. Hanya barangkali karena kesibukan tugas, sehingga jiwa seni mereka selama ini tidak terlihat,” kata Djaduk.

Djaduk mengakui tidak ada kendala dalam menyutradarai para romo itu. Semangat mereka untuk berlatih sangat luar biasa. Para suster bahkan sangat antusias karena akan ber make up. Hanya soal waktu sehingga Djaduk yang juga menulis naskah dalam pertunjukkan ini harus memakai strategi khusus.

Opera Jenaka Romo yang mengambil cerita Petruk (Pengen) Dadi Romo ini akan didukung oleh Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr Johannes Pujosumarto, sejumlah pastor dari Magelang, Semarang, Solo dan Jogja, serta suster dan bruder dari Semarang dan Jogja.

Ketua Panitia, Janti, menjelaskan, pihaknya menyediakan tiket sebanyak 1.700 lembar. Semuanya sudah sold out. Menurut Janti, opera jenaka ini sudah kedua kalinya dilaksanakan. Opera Jenaka pertama digelar 2013 lalu dan hanya pentas di Semarang.

“Yang kedua kali ini kami merencanakan pentas di Semarang dan Jogja. Untuk Solo kami masih menunggu jadwal dari Bapa Uskup,” terang Janti. Dikatakannya Opera Jenaka Romo ini merupakan kegiatan sosial, karena dana lebih yang ada akan didonasikan ke Seminari Tinggi St Paulus Kentungan dan Seminari Menengah Mertoyudan Magelang.

Sedangkan Romo Sugi Hartanto mewakili Keuskupan Agung Semarang pentas Opera Jenaka Romo ini merupakan salah satu cara para biarawan mendekatkan diri kepada umat.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec