12
Jan-2015

Dukung Kepariwisataan, Telkom Geber WiFi di Jogja

Kantor Wilayah Telekomunikasi (Witel) Jogja terus menggeber program WiFi di Jogja. Langkah ini dimaksudkan untuk mempercepat tergelarnya jaringan WiFi di masyarakat, yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan tentu saja pendidikan. Juga mendukung salah satu sektor andalan DIY, yakni pariwisata.
Consumer Service Manager PT Telkom Witel Jogja, Iyun Rahayu menjelaskan, hingga awal 2015 pihaknya telah menggelar program WiFi Corner di 87 lokasi dengan akses poin lebih dari 2.000 titik. Fasilitas WiFi Corner digelar di tempat-tempat strategis, seperti di kawasan Malioboro, serta ruang-ruang publik yang lain dan di seluruh kantor Telkom se-DIY.
“WiFi Corner kita up to 100 megabyte. Sedangkan untuk akses poin sudah kita naikkan dari dulunya hanya up to 10 mbps sekarang menjadi up to 20 mbps. Selain ruang publik dan tempat wisata seperti kawasan Malioboro, kawasan Stasiun Tugu dan lainnya, seluruh kantor kita termasuk di kantor-kantor Sentra Telepon Otomatis (STO) sudah tersedia fasilitas ini. Di DIY sendiri, kita memiliki 6 kantor layanan dan 12 STO,” tutur Iyun.
Menurut Iyun, Telkom Jogja hingga triwulan pertama 2015 merampungkan target 100 WiFi Corner. Namun, diluar target ini, PT Telkom tidak akan mengesampingkan munculnya kebutuhan-kebutuhan dan permintaan baru dari masyarakat.
Sejauh ini respon masyarakat terhadap fasilitas WiFi Telkom terus meningkat. WiFi Corner di halaman kantor-kantor Telkom tidak pernah sepi dari pengunjung. Terlebih saat ini masyarakat atau konsumen juga makin mudah melakukan akses, karena tidak melulu menggunakan spincard. Untuk mengakses WiFi Corner di Akses Poin milik Telkom, sekarang bisa dilakukan dengan credit card dan sistemj voucher yang dijual di banyak tempat termasuk di Indomaret. Bahkan, voucher juga bisa didapat melalui ssstem elektrik dengan sms ke 98108.
“Usage di Jogja paling tinggi di Jateng dan DIY. Secara rata-rata, Jogja berkontribusi sekitar 50 persen sendiri. Di Kantor Telkom Wonosari, sehari diatas 50 orang yang melakukan akses. Mengapa begitu tinggi? Selain karena aksesnya luar biasa cepat, juga karena konsumen bisa berhemat. Hanya dengan Rp 5.000 sehari mereka bisa akses sepuasnya. Konsumen tidak perlu berlangganan, dan mereka bisa mengatur sendiri kebutuhannya. Butuh sehari saja juga bisa,” jelasnya.

1

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec