27
Aug-2015

Festival Andong Hias di Sepanjang Malioboro

Andong, becak dan sepeda merupakan moda transportasi tradisional yang tetap eksis sampai sekarang di Kota Jogja. Ketiga  moda transportasi itu pun punya banyak pengemar.

Andong, becak, dan sepeda di Yogyakarta menjadi poin unik untuk menunjang dan melengkapi predikat Yogyakarta sebagai kota budaya dan pariwisata. Moda transporatasi itu juga kerap dimanfaatkan wisawatan, terutama para pelancong luar negeri yang ingin menikmati keindahan kota Yogyakarta. Dengan demikian, andong, becak, dan sepeda wajib dijaga kelestariannya.

Agar wisatawan semakin dekat dengan alat transportasi tradisional tersebut, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta kembali akan mengelar Festival Andong dan Karnaval becak Kayuh, yang dilaksanakan pada 30 Agustus 2015 mendatang. Acara yang sekarang masuk tahun ketiga ini akan melibatkan 20 andong hias, satu kereta kencana, dan puluhan becak kayuh. Pada pawai yang digelar di sepajang Jalan Malioboro ini juga menampilkan puluhan becak kayuh dan diiringi tiga pasukan bregada: Bregada Jemparingan Langenastra, Bregada Alit, dan Bregada Niti Manggolo.

Festival andong hias ini bertujuan untuk menjaga kelestarian atau nguri-uri budaya dalam hal ini alat transportasi tradisional. Komunitas lain yang akan bergabung adalah kelompok sepeda kreasi dari komunitas sepeda lipat Yogyakarta, ada pula dari kelompok sepeda Segway Alun-alun Kidul, dan odong-odong yang dihiasi gunungan. Sepeda Segway adalah sepeda yang diciptakan komunitas sepeda Alkid, yang difungsikan untuk transportasi ketika berkunjung ke seluruh heritage yang ada di Yogyakarta. Kemeriahan lainnya adalah dengan tampilnya komunitas tari Bumi Nusantara dari Singosaren Banguntapan Bantul.

Koordinator penyelenggara Festival Andong 2015, Kusriyati, mengatakan, sesuai tujuan kegiatan untuk melestarikan alat transportasi tradisional yang nantinya hanya becak kayuh saja yang boleh mengikuti karnaval. Sementara becak motor atau bettor tidak akan diikutsertakan karena betor tidak masuk kategori sebagai becak wisata.

Lebih jauh dijelaskan, dengan digelarnya acara ini akan menjadi media sosialisasi serta pendidikan bagi pelaku wisata, terutama para abang becak agar berlaku baik dan berkata jujur ketika mengantarkan tamunya. Banyak keluhan dari wisatawan yang ketika diantar oleh abang becak ke suatu tempat, seringkali tidak sesuai dengan kenyataan sehingga wisatawan merasa dibohongi.

Kusriyati menambahkan, festival Andong dan karnaval becak tahun ini digelar secara bersamaan dengan gelaran Jogja Fashion Week. Oleh sebab itu jika Anda dan keluarga belum memiliki agenda liburan di akhir pekan nanti, gelar Festival Andong Hias yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Yogyakarta patut Anda jadikan referensi wisata.

Rute

Seperti di tahun sebelumnya, pawai atau karnaval becak dan andong yang dihias beraneka macam bunga hidup, karena bunga hidup mengandung filosofi kehidupan, ini nantinya akan mengambil rute di sepanjang Jalan Maliobro. Adapun pawai diawali dari depan Hotel Ina Garuda serta finish di Alun-alun selatan. Sedangkan panggung kehormatan ada di depan kantor Dinas Pariwisata Yogyakarta. Peserta festival nantinya akan dilepas oleh Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Aris Riyanto.

Dan jika Anda dan keluarga tertarik menyaksikannya, sebaiknya Anda datang sebelum pukul 15.00 WIB. Dengan begitu Anda dapat memilih tempat yang nyaman dan akan terhibur.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec