28
Oct-2015

Goa Kebon, Goa Nan Elok Yang Tersembunyi

Gemericik air berpadu dengan desir angin melantunkan simfoni alam di tengah keheningan perkampungan. Airnya yang bening seakan menggoda setiap insan yang datang untuk merasakan kesegarannya.

 

Air di perbukitan terus mengalir dari ketinggian 7 meter, jatuh tiada hentiDSCN8635 membasahi mulut goa. Keindahan tercipta di setiap sudut mulut goa oleh tetesan air yang membentuk untaian tirai alam. Airnya yang putih mengalir perlahan di antara bebatuan kapur. Sementara di kanan kiri sungai yang tak begitu lebar belasan pohon kelapa serta berbagai tumbuhan menghijau, menambah sejuknya suasana desa.

Goa itu oleh masyarakat sekitar disebut Goa Kebon, karena berada di tengah-tengah kebun atau pekarangan warga ini merupakan goa yang terbentuk secara alami. Mulut goa yang tertutup air terjun serta bebatuan yang merupakan endapan batu kapur membentuk sebuah ornamen alam yang cantik.

Keindahan Goa Kebon selain air terjunnya yang tidak langsung jatuh ke bawah, tetapi mengalir melalui dinding batu, adalah sebagian mulut atau lobang goa tertutup oleh tirai batu. Tirai batu pada air terjun Goa Kebon terbentuk dari proses pengendapan air kapur yang berlangsung secara terus menerus dan dalam waktu yang lama.

DSCN8638Sedangkan ruangan yang tepat berada di belakang air terjun cukup luas dan memiliki ketinggian sekitar 3-5 meter. Beberapa stalaktit meruncing ke bawah dari langit-langit ke dasar goa. Satu di antara stalaktit yang ada telah menyatu dengan stalakmit dan membentuk seperti tiang penyangga. Di bagian ujung terdapat rongga seukuran tubuh manusia untuk menuju ke bagian dalam goa. Sayangnya, belum diketahui berapa kedalaman goa dan kondisi ujung goa yang dapat dilalui manusia.

Diresmikan 8 Oktober 2015

Salah seorang staf Desa Krembangan, Wagiran, mengatakan pengunjung Goa Kebon mengalami pasang surut. Sebelum diresmikan oleh bupati Kulon Progo pada 8 Oktober 2015, pada tahun 1980-an Goa Kebon sempat ramai dikunjungi wisatawan. Namun menjelang 1990-an hingga awal 2000, hanya ada satu dua wisatawan yang datang. Apalagi kawasan Goa Kebon belum dikembangkan.

Ditambahkannya, ke depan lokasi ini akan dikembangkan dengan konsep wisata edukasi. Di kawasan Goa Kebon bila memungkinkan akan dibangun laboratorium alam, tanaman herbal sebagai media pembelajaran biologi, bumi perkemahan, hingga sarana out bond.

Rute

Goa Kebon berada di Desa Krembangan VII Krembangan Panjatan Kulon Progo. Jalur untuk menuju Goa Kebon sangat mudah karena sudah berupa jalan beraspal dan datar. Jalur termudah bila melalui Kota Wates, sesampainya di Monumen Nyi Ageng Serang, ambil arah selatan, perempatan Nagung belok kiriDSCN8625 sampai Polsek Panjatan. Pertigaan Polsek Panjatan belok kiri, ikuti jalan ke arah balai desa Krembangan, kemudian belok kiri lagi. Setelah itu, sebaiknya Anda bertanya kepada masyarakat sekitar karena belum petunjuk arah menuju Goa Kebon.

Sedangkan bila melalui jalur Brosot, pertigaan Polsek Panjatan belok kanan. Dari pertigaan ini merupakan jalur yang sama yang dapat dilalui ketika mengambil jalur kota Wates.

Tiket Gratis

Sebagai destinasi yang baru dibuka, untuk sementara pengunjung belum dipungut restribusi. Terutama di hari kerja, Senin-Sabtu. Dan di hari Minggu pengunjung hanya dipungut ongkos parkir.

Saran

DSCN8648Meski tempatnya teduh, masih banyak dikelilingi pepohonan, untuk mengurangi rasa lelah atau haus sebaiknya membawa bekal. Karena di sekitar Goa Kebon tidak ada warung yang membuka secara permanen.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec