08
Mar-2013

Hitam Kuning Troides Helena

Galeri   /   Tags: ,

Dibanding kupu-kupu lain yang umumnya ukuran tubuh dan rentang sayapnya lebih kecil, gerak terbangnya memang lebih tenang, lebih anggun. Setenang itu namun kibasan sayapnya cukup bertenaga, mendorong gelombang angin hingga mampu menggoyangkan bunga–bunga dan daun yang didekati. Keanggunannya tidak hanya pada gaya terbangnya, namun juga pada warna tubuh dan sayapnya, hitam-kuning. Sebuah perpaduan warna yang harmonis menurut peta pembagian warna.

Troides helena… indah pula nama yang diberikan pada kupu-kupu famili Papilionidae ini. Sayangnya, segala anugerah keelokan yang melekat pada penampilan dan namanya tak selaras dengan perjalanan nasibnya kini. Habitatnya semakin terdesak oleh nafsu eksploitatif manusia. Pohon-pohon, semak-semak, yang semula menjadi tanaman inang sirih hutan (Aristolochia tagala), satu-satunya makanan bagi larvanya, hancur ditebang manusia untuk perluasan lahan hidup dan pemenuhan berbagai kebutuhannya.

Nenek moyang Troides helena berasal dari wilayah India bagian utara dan Nepal bagian barat. Lalu sebagian melakukan migrasi hingga masuk Indochina. Di tanah baru, Troides helena berkembang biak melahirkan generasi-generasi baru yang semakin adaptatif dengan iklim dan cuaca setempat. Generasi baru inilah yang kemudian menyebar, melanjutkan naluri petualangan nenek moyangnya hingga ke Pulau Sumatera, Sulawesi dan Jawa.

Biasanya kupu-kupu ini meletakkan telur pada makanan utama larvanya, batang dan daun sirih hutan atau tanaman di sekitarnya. Sekali bertelur bisa mengeluarkan sekitar 80 butir. Setelah menetas menjadi larva atau ulat panjangnya bisa mencapai 10 cm, tidak berbulu namun terdapat bintil-bintil yang panjangnya sekitar 1 cm. Sebelum menjadi kupu-kupu, larva menjalani masa pupasi dalam kepompong lebih kurang 25 hari. Setelah menjadi kupu-kupu, rentang sayap jantannya sekitar 13-15 cm sedangkan yang betina bisa di atas 18 cm. Ia dapat bertahan hidup secara normal pada musim hujan. Mendekati musim kemarau, Troides helena yang sudah berada dalam kepompong akan memperpanjang masa pupasi selama berbulan-bulan hingga musim penghujan berikutnya datang.

Kini Troides helena masih cukup leluasa bertahan hidup di kawasan hutan lereng Gunung Merapi. Jika nantinya kawasan itu mulai digerogoti kepentingan manusia pula, habitat kupu-kupu ini tentu saja semakin terjepit, karena ia hanya dapat hidup di bawah ketinggian 1000 mdpl.

Naskah & Foto: Himawan

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec