16
Sep-2015

Jaring Wisatawan, Warga Ngampilan Gelar Merti Bakpia

Hanya dalam waktu sekejap dua buah gunungan bakpia ludes diperebutkan masyarakat dan wisatawan yang memadati halaman bekas pabrik tegel Kuntji di Jalan KS Tubun, Yogyakarta.

Bekas pabrik tegel Kuntji di Jalan KS Tubun yang biasanya sepi mendadak ramai. Lautan manusia berkumpul di depan pintu gang tanah kosong. Sesaat kemudian dua buah gunungan bakpia turut mewarnai keramaian tersebut. Dan tidak lama kemudian, setelah gunungan itu didoakan mereka mendekati gunungan. Kemudian suasana tiba-tiba berubah bagai medan perang. Mereka saling berebut bakpia yang disajikan dalam rangka Merti Bakpia.

Dua buah gunungan yang terdiri dari 8.000 bakpia dihadirkan Paguyuban Kesenian Kelurahan Ngampilan dalam merti bakpia atau Bakpia Day. Kegiatan budaya bertema Keanekaragaman dalam Kebersamaan Kirab Bakpia Manunggal Jati (Jawa-Tionghoa), bertujuan untuk lebih memperkenalkan dan memopulerkan bakpia sebagai kuliner khas Yogyakarta.Merti Bakpia 2

Dengan digelarnya merti bakpia ini juga diharapkan menjadi media untuk mempererat rajut kebersamaan antara warga asli Yogyakarta dengan warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Ngampilan. Sehingga akan tercipta keharmonisan dan kerukunan sesama warga Ngampilan yang terbingkai dalam keselarasan budaya..

Even yang memadukan budaya Jawa dan Tionghoa ini pun menampilkan berbagai atraksi kesenian, baik seni tradisional Jawa maupun seni dan budaya Tionghoa dalam bentuk pawai. Kirab budaya yang diawali pasukan Bregada Rakyat Mataram dengan membawa dua buah gunungan bakpia dikirab mengelilingi wilayah Kelurahan Ngampilan sejauh dua kilometer. Dan setelah dikirab gunungan bakpia tersebut diperebutkan oleh warga yang memadati halaman bekas pabrik tegel.

Di samping menampilkan bregada, berbagai atraksi kesenian juga ditampilkan, seperti kesenian trasdisional kletekan, jathilan, dan barongsai serta dua Liong atau Naga. Kesenian itu melukiskan perpaduan yang harmonis antara budaya Jawa dan Tionghoa, menghapuskan perbedaan kultur karena semua telah menyatu dalam bingkai kebersamaan,

Merti Bakpia 3Selain untuk lebih memopulerkan bakpia sebagai penganan khas Yogyakarta yang dapat dijadikan oleh-oleh, menurut ketua panitia Bakpia Day, Wagiman PW, gelar Merti Bakpia keempat ini juga bertujuan untuk menarik wisatawan agar lebih banyak berkunjung ke Yogyakarta. Karena dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang ke Yogyakarta secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha (UKM) bakpia, khususnya di Ngampilan yang menjadi sentra bakpia.

Bule pun Suka Bakpia

Sebagai kuliner khas Yogyakarta, bakpia yang konon kabarnya asli buatan orang Tionghoa, tidak hanya disukai orang-orang timur, khususnya masyarakat Indonesia. Sebagai penganan yang memiliki rasa manis dan renyah, Bakpia ternyata juga disukai bule. Hal ini setidaknya diungkapkan Jully, wisatawan asal Denmark ini yang ditemani rekan seperjalanan dari Chili, Jully mengatakan: “Bakpia is very good, i am like it”. Dan wajah kegirangan Jully pun tak dapat disembunyikan saat ia mendapatkan sebungkus bakpia secara cuma-cuma dari salah satu stand bakpia.

Walikota Yoyakarta, Haryadi Suyuti, dalam sambutannya berharap, bakpia yang telah menjadi ikon kuliner Yogyakarta hendaknya ditingkatkan kualitasnya. Sehingga bakpia akan semakin disukai banyak orang dan dijadikan oleh-oleh setiap wisatawan. Dan dengan digelarnya even tahunan Bakpia Day akan menjadikan Ngampilan istimewa untuk Yogyakarta yang semakin istimewa.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec