15
Oct-2015

Kambing Kendhit Jadi Simbol Labuhan Pantai Goa Cemara

Seekor kambing berbulu hitam dengan garis lingkar warna putih bersanding dengan gunungan terbuat dari aneka sayur-mayur. Juga berbagai jenis uba rampe sudah disiapkan. Semuanya, diarak puluhan warga Patihan yang tengah menuju Pantai Goa Cemara.

Sesampainya di pinggir pantai, kambing yang disebut kambing Kendhit tersebut, dengan gunungan pun dibawa menuju tengah laut. Tak berapa lama, kambing Kendhit serta semua uba rampe diterjang ombak, ditelan, dan dibawa arus hingga ke tengah. Perlahan, kambing dan semuanya tidak lagi terlihat oleh pandangan mata.Labuhan Pantai Goa Cemara 4

Sementara itu lantunan syair macapatan berpadu alunan melodi deburan ombak Pantai Goa Cemara. Semuanya berpadu saling mengiringi, sangat pas dinikmati di bawah kerindangan Pohon Cemara Udang yang menghijau di sepanjang pantai.

Rangkaian kirab budaya yang dimulai dari rumah Kepala Dusun Patihan Agus Widodo tersebut, merupakan prosesi kegiatan labuhan yang digelar warga kawasan Pantai Goa Cemara. Labuhan yang digelar setiap bertepatan dengan tahun baru 1 Hijriyah ini sebagai simbol ucapan rasa syukur atas limpahan rejeki.

Labuhan yang digelar bertepatan dengan pergantian tahun baru Hijriyah selalu dinanti masyarakat. Ratusan orang, baik wisatawan maupun warga setempat, tumplek memadati Pantai Goa Cemara. Selain merayakan tahun baru 1 Hijriyah, mereka juga ingin menyaksikan pelaksanaan kirab budaya dan labuhan yang digelar warga Patihan, Gadingsari, Sanden, Srandakan, Bantul. Karenanya, perayaan pergantian 1 Hijriyah di Pantai Goa Cemara terasa ‘istimewa,’ bersamaan pelaksanaan kirab budaya.

Labuhan Pantai Goa Cemara 2+Ketua Pokdarwis Pantai Goa Cemara, Sadiyo, kirab budaya labuhan kambing Kendhit beserta gunungan dengan berbagai macam uba rampe, seperti tumpeng, ingkung, dan hasil bumi tersebut, wujud rasa syukur dan permohonan warga Patihan. Masyarakat Gadingsari, terutama Patihan, bersyukur, karena dari tahun ke tahun, Goa Cemara ramai dikunjungi wisatawan.

Ditambahkan Sadiyo, kambing Kendhit yang dilabuh, karena yang sebagai simbol bukanlah kambing benaran atau kambing hidup. Kambing tersebut sebelumnya telah disebelih dan dagingnya sudah diolah masyarakat. Di sini yang dilabuh kambing buatan dari kayu yang dibuat mirip kambing dengan kulit kambing hitam bergaris putih melingkar di perutnya.

Bagikan 3.000 Nasi kuning

Dalam mewujudkan rasa syukur tersebut warga Patihan bukan hanya sekedar mengelar kirab budaya berupa labuhan. Panitia juga membagi-bagikan nasi kuning. Labuhan Pantai Goa Cemara 1Sebanyak 3.000 nasi kuning dibagikan ke setiap pengunjung secara cuma-cuma. Karena itu, dalam merayakan pergantian tahun baru 1 Hijriyah di Pantai Goa Cemara terasa lebih istimewa, bersamaan dengan menikmati gurihnya nasi kuning di bawah rindangnya pohon cemara dengan ditemani semilir angin yang berhembus.

Cara Menuju Lokasi

Direkomendasikan menggunakan kendaraan pribadi. Berangkat dari pusat Kota Yogya, mengambil rute ke Bantul menuju Selatan. Pantai ini sekitar 30 km dari Yogyakarta. Labuhan Pantai Goa Cemara 5Anda hanya perlu menuju ke Bantul dan hanya pergi lurus sampai menemukan pos retribusi dari Samas pantai. Cukup menyusuri jalan Bantul ke arah selatan hingga menemukan papan penunjuk ke arah perkemahan pramuka kwartir cabang Bantul. Ikuti jalan menuju bumi perkemahan ini namun jangan masuk ke area perkemahannya, namun ikuti jalan yang ada. Tak lama kemudian Anda akan menemukan pantai ini.(*)

 

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec