22
Jun-2016

Ke Guwosari, Wajib ke Curug Pulosari

Curug Pulosari 5

Selalu ada yang tersembunyi. Saat ditemukan, barulah membuat terperangah. Demikian hal nya saat bertandang ke Guwosari, Pajangan, Bantul

Guwosari, adalah kawasan perbukitan di sisi barat Bantul. Dari ibukota kabupaten, perbukitan ini bisa ditempuh hanya dalam tempo sekitar 15-20 menit naik sepeda motor. Kalau Anda naik mobil, maka waktu tempuhnya otomatis akan lebih lama.
Perjalanan ke Guwosari, dulu lebih karena keberadaan Desa Wisata Krebet-sentra kerajinan batik kayu di Bantul. Saat petang atau malam, ada pula yang naik ke perbukitan ini karena ingin sekadar menikmati view Jogja di malam hari yang bertebaran dengan kerlap kerlip lampu di kejauhan. Tapi belakangan, alasan untuk naik ke perbukitan ini bertambah. Curug Pulosari!!!.    Curug Pulosari 4
Curug Pulosari, sejatinya adalah air terjun yang bersumber dari aliran air sungai alami di kawasan perbukitan ini. Air terjun di Curug Pulosari terbilang kecil. Jangan membayangkan seperti air terjun lain yang sudah lebih dikenal seperti di Tawangmangu misalnya. Tapi, keindahan tetap saja tersaji. Terlebih lokasi ini berada di tengah kawasan perbukitan yang selama ini dikenal kering.
Secara lokasi, Jurang atau Curug Pulosari berada di lembah yang cukup dalam dan dikelilingi bukit batu dan tanah yang tandus. Untuk mencapai lokasi ini, Anda harus rela berjalan kaki sejauh sekitar 100 meter, menuruni jalan bebatuan yang terjal da tepian sungai. Tapi jangan khawatir, sejak ditemukan inisiatif warga terus muncul. Salah satunya adalah dibangunnya bale-bale yang bisa menjadi tempat singgah dan beristirahat yang nyaman. Bale-bale ini, diantaranya bisa ditemui di Bukit Cinta atau di Gua Cethathuk- di kawasan hutan kecil dimana tumbuh pohon-pohon secang.Curug Pulosari 1
Merunut pada cerita, gagasan untuk mengenalkan Air Terjun di Jurang Pulosari awalnya muncul dari warga luar daerah yang hobi trail. Para pecinta off road roda dua ini konon kerap menyalurkan hobinya di sekitar kawasan Desa Krebet termasuk di sekitar aliran sungai di Curug Pulosari. Gagasan inipun disambut masyarakat sekitar, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai perajin topeng kayu dan kerajinan kayu lainnya. Maka, secara swadaya masyarakat kemudian mencoba melakukan penataan termasuk membuat jalur jalan yang lebih baik, lengkap dengan sejumlah papan penunjuk ke lokasi.
Penataan yang dilakukan secara swadaya ini, membuat Jurang Pulosari lebih mudah diakses. Selepas Desa Wisata Krebet, pengunjung cukup mengikuti papan penunjuk arah yang sudah terpasang. Atau bila ragu, bertanya ke warga juga lebih baik karena sambutan warga pasti sangat ramah. Saat ini, pengunjung juga tidak perlu jauh berjalan kaki. Tak heran, kawasan ini mulai dikenal luas, dan bisa dipastikan setiap akhir pekan cukup banyak pelancong yang ingin melihatnya. Curug Pulosari 2
Sentuhan penataan secara swadaya ini, menjadikan kawasan Pulosari tetap terjaga alami. Tidak ada bangunan permanen. Demikian pula akses jalan, dibuat dengan cor beton membujur dua jalur. Hal inilah yang membuat komunitas pecinta off road lebih senang. Mereka tetap bisa menyalurkan hobinya dengan lebih leluasa.
Lokasi : Desa Wisata Krebet, Pajangan, Bantul. Lokasi ini dapat dijangkau dari sejumlah arah. Bisa dari Kasongan, dari Madukismo ataupun dari ibukota kabupaten Bantul. Panduan utamanya adalah, terus saja naik menuju ke Guwosari dimana Desa Wisata Krebet berada.
Tiket : Masuk ke lokasi Curug Pulosari masih gratis. Pengunjung bisa menitipkan kendaraannya di rumah penduduk dengan tariff hanya Rp 2.000
Fasilitas : Tersedia sejumlah gazebo, tempat duduk dan warung-warung yang dikelola secara mandiri oleh warga. Untuk oleh-oleh, Anda bisa memilih berbagai jenis kerajinan di Desa Wisata Krebet. Oleh-oleh lainnya, bisa berupa buah asam Jawa, atau buah sawo saat musim panen.
Curug Pulosari 3Tips : Sebaiknya datang ke lokasi ini saat musim penghujan. Saat itulah air mengalir cukup deras sehingga air terjunnya bisa terlihat maksimal. Hati-hati, karena saat musim penghujan jalanan menjadi licin. Gunakan sepatu lapangan dan topi, juga pakaian ganti.
Alternatif Lain : Obyek ini berada di satu jalur dengan sentra gerabah Kasongan, Desa Wisata Kerajinan Batik Kayu Krebet, Pabrik Gula Madukismo dan Gua Selarong. Tidak terlalu jauh juga terdapat Kampung Ingkung dimana pelancong bisa merasakan menu istimewa berupa ayam ingkung yang biasa menjadi menu utama kenduri di masyarakat Jawa. Untuk obyek yang serupa, ada juga Curug Banyunibo yang hanya berjarak sekitar 10 menit perjalanan.

2

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec