29
May-2015

Kehangatan Malioboro dalam Pameran

Menuju kedewasaan. Kalimat yang barangkali pas, untuk komunitas Perupa Jalanan Malioboro (PERJAM). Setiap waktu berkspresi di Malioboro, kini mereka naik panggung dengan berpameran di Galeri Tahunmas Art Room Kasongan.Perupa malioboro
Terbiasa Proses kehidupan manusia di mana semua insan manusia akan melewati proses pendewasaan menjelajahi pengalaman, pelajaran, berkah serta mukjizat yang ada dalam setiap hidup manusia tidak dapat dipungkiri. Dan proses pendewasaan wawasan ini seringkali terlihat dengan berubahnya rambut, menjadi putih.
Hampir 300 karya lukisan yang merupakan buah karya Perupa Jalanan Malioboro atau PERJAM dipamerkan di Galeri Tahunmas Art Room Kasongan Bantul dengan mengusung “Ramput Putih”. Dimana Rambut Putih adalah suatu isyarat akan perjalanan hidup, suatu capaian hingga dalam pengertian tertentu adalah “penerimaan” yang tidak bisa ditolak, karena mengalir bersama waktu. Dan Rambut Putih seakan merupakan simbol kedewasaan menuju pematangan.
Perupa malioboroIsyarat perjalanan hidup ini dapat kita lihat melalui karya tersebut antara lain yang berjudul Menjadi Lebih Tua, Semakin Tua Semakin Merunduk, Kematian Yang Indah, Tak Ada Yang Abadi serta karya-karya yang lainnya.
Dalam pameran bersama yang hampir melibatkan 200 perupa ini seolah menjadi ungkapan hati PERJAM yang menuju kedewasaan dengan membutuhkan dunia di luar dari dirinya dan mewujudkan dirinya agar lebih komunikatif, di dengar serta mendengar, dan untuk terbuka dianalisa sekaligus mengevaluasi diri.perupa malioboro
Rambut Putih, bagi mereka juga merupakan refleksi diri untuk selalu berdedikasi, tidak mengenal menyerah kepada yang namanya usia. Apalagi dengan indikasi-indikasi ketuaan yang sifatnya lahiriah semata. Dengan dedikasi yang dilandasi spirit hidup diharapkan akan selalu membuat segar dan selalu bersemangat. Oleh karenanya Rambut Putih hendaknya dijadikan suatu bukti komitmen.
perupa MalioboroMenurut salah seorang perupa, Chamit Arang, PERJAM sendiri merupakan suatu komunitas yang lahir di Malioboro, yang berawal dari perkumpulan pelukis wajah. Di sini mereka berproses, berkarya atas panggilan jiwa dengan dilandasi atas dorongan-dorongan yang muncul setiap saat. Dalam kehidupan mereka Malioboro menjadikan proses bersama dalam kehangatan dan keramahan dalam melestarikan kehidupan berkesenian

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec