25
Jun-2013

Kejutan dari Soto Djiancuk

Kenangan suatu pagi, di sekitar lembah Kalibayem sungguh sulit ditepis. Semangkuk soto hangat dengan uap yang masih mengepul berikut camilannya menjadi penghangat suasana.

Soto Djiancuk SonopakisSoto Djiancuk, begitulah masyarakat sekitar menyebutnya. Awalnya, nama ini dikenal karena sebutan dari mulut ke mulut. Tapi sekarang, sebuah papan nama bertuliskan: Djiancuk Soto, dengan warna  mencolok terpampang di depan warung. Tampilannya pun cukup artistik alias sedap dipandang.

Kesan pertama melihat warung dari bagian depan, agaknya menjadi awal bagi pengunjung untuk menikmati suasana di dalam warung. Jangan kira mirip dengan warung-warung soto biasanya, di bagian dalam akan terpampang suasana yang jauh berbeda dengan warung kebanyakan. Di sana-sini terlihat ornamen-ornamen bercita rasa seni. Perabot meja tidaklah seragam. Sebagian berupa meja persegi panjang layaknya warung biasa. Sebagian lagi meja bundar berukuran besar yang saat ditelisik ternyata terbuat dari bekas roda gulungan kabel. 

Soto DjiancukDi beberapa bagian ruangan juga nampak keranjang bambu tergantung dengan isi berupa aneka brosur dan bahan bacaan. Sementara di dinding, terlihat sejumlah lukisan, brosur-brosur yang ditempel, hingga sejumlah copy artikel dari media massa bersanding dengan  foto-foto yang sebagian diantaranya adalah foto Presiden 1 RI Ir Soekarno. Sementara di garasi samping, tiga buah mobil kuno terparkir berjajar.

“Suami kebetulan seorang seniman. Jadi warungnya ya seperti ini. Sengaja dibikin santai supaya yang datang juga nyantai. Beberapa bule paling senang ke sini,” celoteh pengelola dan pemilik warung.

Soto Djiancuk (2)Menu soto di warung Djiancuk ini, sejatinya adalah soto khas Blitar. Tapi pelanggan umumnya lebih senang menyebut sebagai soto Jawa Timuran. Soto khas Blitar memiliki ciri khusus yakni tanpa santan. Berbeda dengan soto Jawa Timuran lainnya yang umumnya berkuah santan.

Beroperasi sejak tahun 2000, warung Soto Djiancuk ramai dikunjungi pemburu kuliner. Pelayanan yang cepat, dengan suasana yang artistik romantis memberi kesan tersendiri. Demikian pula dengan cita rasa. Irisan dagingnya yang lembut, aroma merica yang kuat, tauge dan iritan tomat yang masih sangat segar, serta kuahnya yang coklat dan gurih ini dan tak lupa irisan kripik kentang memberi sensasi rasa yang kaya. Sebagai pelengkap, bisa juga Anda mencomot sate keong, sate ayam ataupun gorengan.

Lokasi

Dusun Sonopakis. Tiga kilometer arah barat Jogja. Dari Simpang Empat Wirobrajan kearah barat kemudian berbelok ke kiri (selatan) di Simpang Tiga PUKY. Sampai di Simpang Tiga Universitas PGRI Yogyakarta belok ke kanan (barat) kira-kira 500 meter. Lokasi warung di sebelah kiri jalan.

Harga

Soto Djiancuk (3)Soto Rp 8.000,00 per mangkuk.

Es Teh dan Es Jeruk Rp 2.000,00

Jam Buka

09:00 – 16:00 WIB

Fasilitas

Parkir luas dan aman, meja kursi/lesehan, toilet

Tips:
Lebih nyaman datang ke warung ini bila hari masih pagi atau sekalian sore hari. Pilih tempat di lesehan tepi selokan sebelah barat. Anda masih bisa “mengintip” pemandangan indah hamparan persawahan di lembah Kalibayem. Mengintip, karena di sebelah baratnya saat ini dibangun warung yang menutupi sebagian sisi lembah.

2

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec