09
Jun-2016

Kesegaran Kuah Soto Tan Proyek

IMG_7933

Tan Proyek itu kependekan dari Wetan Proyek. Kurang lebih artinya di sebelah timur lokasi proyek. Karena sudah tenar dengan nama itu, meski proyeknya sudah tak ada, namanya tetap Tan Proyek. Dan, tetap enak seperti dulu kala.

Lokasinya ada di jalur utama Yogyakarta menuju Gunungkidul, sebelum masuk ke kota Wonosari. Ada dua warung soto dengan nama yang sama. Keduanya berselisih jarak sekitar 1 kilometer. Dua-duanya pernah dicoba dan kira-kira enaknya sama. Bagi sebagian penikmat, ini hanya soal selera. Amiruddin Zuhri, misalnya, seorang pelanggan warung soto ini, mengaku lebih senang warung yang sebelah timur karena kuahnya lebih jernih dan segar.

Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa masakan soto atau sajian berkuah lain dari IMG_7940Gunungkidul memang lebih terasa nyus dibanding wajian sejenis di kawasan kota. Kabarnya, ini karena pengaruh air Gunungkidul yang kaya akan mineral. Entah benar atau tidak, tetapi setidaknya soto Tan Proyek bisa mewakili cita rasa kuliner Gunungkidul yang kaya rasa. Amiruddin Zuhri, yang adalah seorang wartawan senior di Kota Yogya, berulangkali berpromosi mengenai kelebihan air pegunungan kapur, sebagaimana mineral itu membuat gadis-gadis disana berkulit bersih dan cantik-cantik.

Begitupun dengan sajian teh hangat yang terasa lebih nikmat. Atau ayam goreng empuk yang juga disediakan di soto Tan Proyek. Keduanya menjadi bagian dari bukti, bahwa air kawasan Gunungkidul mungkin memang lebih “kaya” sehingga menambah mantap rasa kuliner asli disana. Rasa segar soto juga datang dari irisan tomat yang disertakan di atasnya. Sebelum diaduk, cobalah dulu mencicip kuahnya dengan ujung sendok. Tanpa penyedap rasa tambahan, kuahnya sudah mirasa karena dibuat menggunakan campuran IMG_7946rebusan ayam kampung, bukan ayam potong. Daun seledri dan bawang merah goreng yang ditambahkan ke mangkuk soto menambah kesegarannya.

Ayam goreng adalah menu tambahan yang wajib dinikmati bersama soto. Memang ada gorengan tempe, jika belum kehabisan, tapi ayam tetap memberi sensasi lebih. Ayam kampung yang digoreng dengan bumbu spesial ini  adalah teman menikmati nasi pulen dan kuah segar. Bumbunya terasa sampai ke tulang, menambah kaya rasa soto Tan Proyek yang legendaris. Warung ini bisa menghabiskan sekitar 20 ekor ayam setiap harinya, dan akan habis menjelang tengah hari.

Memang, untuk bisa menikmati kelezatan soto Tan Proyek kita tidak boleh datang terlalu siang. Sepanjang pagi, pembeli sudah antri karena soto hangat memang cocok di perut kala sarapan. Padahal, warung ini tidak mampu menampung cukup banyak penikmat dalam waktu bersamaan. Ruangan utamanya hanya berukuran sekitar 6 x 6 meter. Sementara jika tak ada tempat lagi, emperan rumah di samping kanan warung juga disediakan.

Jadi, jika berencana berwisata ke kawasan Gunungkidul yang kaya pantai indah atau Pindul yang eksotis, pilih saja soto Tan Proyek sebagai sarapan Anda. Sengaja isi perut dengan menu ringan saja ketika berangkat, dan mampir ke warung soto ini. Boleh yang di sebelah barat atau timur, tergantung selera Anda. Mencicipi keduanya adalah langkah terbaik untuk tahu, mana yang lebih cocok. Karena masing-masing punya kelebihan, dan subyektifitas lidah kita yang menentukan.

 

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec