14
Jun-2016

Kipo: Jajanan Anonim

Kipo Kotagede 1

Hasil kreasi baru belum lengkap jika tanpa nama. Setidaknya BJ Habibie menamai pesawat hasil kreasinya bernama Tetuko dan Gatotkaca. Nah, itu yang tampaknya menjadi masalah bagi Mbah Mangun Irono. Saat itu, tangan terampilnya mengolah beras ketan menjadi makanan kecil. Bentuknya kecil memanjang, berwarna hijau muda karena memakai pandan, dan agak kehitaman setelah proses digoreng sangan. Di Kotagede pula makanan itu pertama kali dijajakan.Kipo Kotagede 3

Waktu itu Kotagede adalah pusat interaksi antara orang Jogja dan Solo. Mereka adalah pedagang dan penjual di pasar. Sewaktu say hello, dengan raut muka keheranan, mereka saling bertanya: iki opo? Nah, karena yang ditanya juga belum tahu, pertanyaan itu pun hanya dijawab sekenanya saja: kipo. Jadilah nama yang hingga kini hinggap dan dipakai untuk menamai jenis makanan itu.

Sejak tahun 1946, setelah Mbah Mangun tutup usia, usaha ini diwariskan anaknya Bu Paijem Djito Suhardjo. Pada generasi kedua inilah kipo mulai memasyarakat terutama saat Dinas Pariwisata dan PHRI pada tahun 1986 mengadakan pameran dan lomba makanan berbahan tepung ketan. Setelah itu, tahun 1988 dan 1990 undangan datang dari Jakarta untuk mengikuti festival makanan tradisional.

Kipo Kotagede 4Sepeninggal Bu Djito pada tahun 1991 usaha ini kembali diwariskan ke puterinya Istri Rahayu. Ibu 3 orang putera buah perkawinannya dengan Shodiqun ini lalu mengembangkan kios yang berada di jalan Mondorakan No. 27 sebagai rumah produksi kipo. Sekalipun berasal dari warisan keluarga, toh hasil karya Mbah Mangun itu kini juga telah banyak diwarisi oleh masyarakat Kotagede.
“Kami tidak membatasi bahwa kipo ini hanya milik kami, silakan siapa yang mau membuatnya,” lanjut Bu Istri.

Kelezatan kipo terukur dari citarasa khas bahan-bahan tradisional; tepung beras ketan, kelapa muda, dan gula jawa. Kekhasan lainnya warna hijau muda yang diambil dari sari pipisan daun pandan suji. Sebungkus terdiri dari 5-10 biji kipo tergantung dari kemauan pemesan.
“Tidak ada tambahan dari bahan kimia, sehingga halal dan aman untuk dikonsumsi,” terang Bu Istri.Kipo Kotagede 2

Selama bulan Ramadhan kipo selalu menjadi hidangan pembuka favorit. Saat lebaran dan acara resepsi pernikahan kipo menjadi makanan kecil pemanis hidangan. Hanya saja, tidak direkomendasikan sebagai oleh-oleh karena tidak tahan barang sehari pun.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec