22
Jan-2013

Kripik Pegagan Bikin Cerdas

Belanja   /   Tags: , , ,

[pictureframe image=”http://www.jalanjogja.com/wp-content/uploads/2013/01/Kripik-Pegagan-1.jpg” align=”right” lightbox=”true” title=”Kripik Pegagan” link=”” width=”200″ height=””]Keripik. Jenis penganan ini pastilah sudah akrab bagi semua kalangan. Yang paling dikenal tentunya ada keripik kedelai (oncom), ada keripik tahu, keripik pisang dan lain sebagainya. Secara umum, rasa keripik kebanyakan gurih. Tapi ada pula keripik yang berasa manis tergantung bahan yang dibuat dan variasi rasa yang ingin diciptakan oleh si pembuat.

Saat Anda ke Jogja, ada kreasi baru keripik. Namanya adalah Keripik Pegagan. Bentuknya, hampir serupa dengan keripik daun bayam, tapi ukurannya lebih kecil dan cenderung berbentuk agak bulat dan lebih tebal. Soal rasa, masih tidak meninggalkan rasa gurih. Saat digigit, memang tidak serenyah keripik daun bayam, tapi tetap meninggalkan sensasi “kresss”, bukti bahwa Keripik Pegagan tetap renyah.

[pictureframe image=”http://www.jalanjogja.com/wp-content/uploads/2013/01/Kripik-Pegagan-4.jpg” align=”left” lightbox=”true” title=”Kripik Pegagan” link=”” width=”” height=”200″]Rasa dan renyah, tak kalah dengan keripik lain. Tapi Keripik Pegagan punya kelebihan lain. Karena bahannya yakni daun Pegagan, keripik ini diyakini berkhasiat untuk kesehatan. Yang pasti, kemanfaatan terkait dengan fungsi saraf dan otak telah dibuktikan lewat berbagai penelitian. Penelitian in vitro terhadap Pegagan menemukan kemampuannya menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya. Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Khasiat lainnya (meski masih perlu bukti ilmiah) diantaranya adalah membantu meningkatkan kecerdasan otak.

[pictureframe image=”http://www.jalanjogja.com/wp-content/uploads/2013/01/Kripik-Pegagan-2.jpg” align=”right” lightbox=”true” title=”Kripik Pegagan” link=”” width=”” height=”180″]Pegagan, banyak memiliki nama lain. Di berbagai daerah, Pegagan ada yang menyebutnya dengan nama Antanan, Panegowang, Rendeng, Caling Rambut, Antenan Gede, Kos Tekosan dan ada pula yang menamainya Kori-kori. Nama ilmiah sejenis tumbuhan semak atau perdu ini adalah Centella asiatica. Dari berbagai penelitian in vitro terhadap pegagan menemukan kemampuannya menghancurkan berbagai bakteri penyebab infeksi, seperti Staphylococcus aureus, Escherechia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan sejenisnya.

[pictureframe image=”http://www.jalanjogja.com/wp-content/uploads/2013/01/Kripik-Pegagan-3.jpg” align=”left” lightbox=”true” title=”Kripik Pegagan” link=”” width=”200″ height=””]Sementara dalam bentuk infus atau ekstrak etanol, tumbuhan ini dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Daun ini juga mengandung Asiatosida berfungsi memperbaiki sel-sel kulit, stimulasi pertumbuhan kuku, rambut, dan jaringan ikat, Glikosida Saponin. Dengan pemakaian dosis tinggi mampu menghasilkan efek pereda nyeri, Saponin bermanfaat untuk mempengaruhi kolagen, misalnya dalam menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan, Triterpenoid mempunyai aktivitas penyembuhan luka yang luar biasa, Senyawaan Glikosida Triterpenoida yang disebut asiaticoside dan senyawaan sejenis, mempunyai manfaat sebagai anti lepra, dan beberapa bahan aktif lainnya akan meningkatkan fungsi mental melalui efek penenang, antistres, dan anticemas.

Lokasi

Saat ini, Keripik Pegagan belum tersedia di banyak tempat (toko oleh-oleh) atau supermarket. Untuk mendapatkan produk ini, Anda harus rela menempuh jarak sekitar 25 Km arah utara Jogja, tepatnya di Dusun Tunggul Arum, Kecamatan Turi Sleman. Di dusun inilah, warga mengembangkan dan membuat Keripik Pegagan sebagai sumber pendapatan tambahan. Bila lokasi ini dirasa terlalu jauh, Anda bisa mencoba mencarinya di toko-toko di sekitar pasar Turi yang berdekatan dengan ibukota Kecamatan Turi.

Variasi

Keripik Pegagan dibuat dalam rasa Original.

Harga

Saat ini, Keripik Pegagan tersedia dalam kemasan plastik.
1 Kg seharga Rp 32.000,-
½ Kg seharga Rp 16.000,-
¼ Kg seharga Rp 8.000,-

1

 likes / 3 Comments
Share this post:
  • Fitri says:

    Gimana cara pesannya ?

  • herbal says:

    Produk yang bagus, tahan berapa hari bila disimpan?

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Archives

    > <
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec