10
Jun-2015

Manding, Tempat Berburu Aneka Kerajinan Kulit

kerajinan kulit manding

Tidak lengkap rasanya bila seusai berwisata ke Parangtritis tanpa singgah di desa wisata Manding. Di sini kita bisa membawa pulang aneka produk kerajinan dengan bahan baku kulit asli

Di Jawa Barat ada Cibaduyut sebagai sentra pengrajin kulit, di Yogyakarta ada Manding. Lokasinya sangat strategis karena berada di jalur utama wisata ke pantai Parangtritis. Di sini, berbagai produk berbahan baku kulit, mulai dari dompet, ikat pinggang, tas, sepatu hingga jaket tersedia dengan berbagai bentuk dan variasi. Sehingga pengunjung yang singgah dapat memilih sesuai dengan seleranya.
Sentra kerajinan kulit Manding berdiri pada 1937 dan mulai berkembang di tahun 1976. Saat ini telah menjadi obyek wisata belanja yang digemari wisatawan domestik maupun manca negara. Sehingga menjadikan Manding destinasi yang perlu dikunjungi, utamanya setelah berwisata di Pantai Parangtritis.
Menurut ketua Pokdarwis (kelompok sadar wisata) Manding, Jumakir, pengrajin yang awalnya hanya tiga rumah, dalam perkembangannya saat ini menjadi 96 rumah. Sehingga menjadikan Manding sebagai sentra pengrajin dengan bahan baku kulit.kerajinan kulit manding
Jumakir menambahkan dengan semakin banyaknya orang yang mencari produk kulit, seperti sepatu, tas atau jaket, Manding semakin terkenal dan produknya bisa menembus pasar internasional. Sehingga semakin lama banyak pula wisatawan asing yang datang langsung ke Manding.
“Melihat potensi tersebut, tahun 2010 Manding berbenah menjadi desa wisata. Ada banyak potensi yang kami tawarkan ke pengunjung, seperti sentra pengrajin, showroom, wisata belajar industri, wisata belanja, wisata budaya dan wisata cagar budaya,” imbuh pemilik Arum Handycraft ini.
Lebih jauh Jumakir menjelaskan pengunjung yang datang ke Manding biasanya terbagi dalam dua kategori, yakni wisatawan kunjungan industri serta wisatawan showroom. Wisatawan kunjungan industri ini adalah mereka yang ingin belajar dan mengunjungi sentra pembuatan kerajinan kulit dengan dipandu satu instruktur persepuluh orang dengan membayar Rp 100.000. kerajinan kulit Manding
Sedangkan wisatawan showroom adalah tamu yang sekadar singgah, melihat-lihat produk dan belanja aneka produk kerajinan kulit, tas atau sepatu. Namun selain produk berbahan kulit saat ini juga dihasilkan kerajinan yang dari bahan lain, seperti enceng gondok, rotan, kain perca, pandan, akar wangi serta kulit ikan pari dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau bagi wisatawan domestik. Sedang aneka kerajinan kulit lebih banyak menyasar wisatawan asing.
Keberadaan desa wisata Manding menjadi alternatif wisata belanja dan tempat untuk singgah sementara setelah mengunjungi obyek wisata yang ada di Yogyakarta, utamanya Pantai Parangtritis. Aneka kerajinan kulit terpajang dengan rapi di antara showroom yang berjajar di pinggir jalan raya. Sehingga pengunjung tidak perlu berjalan jauh karena kendaraan atau bus dapat di parkir di depan showroom.
kerajinan kulit mandingMenilik sejarahnya, warga Desa Manding sendiri secara turun-temurun memperoleh ketrampilan membuat kerajinan kulit. Diawali oleh tiga pemuda Desa Manding medio 1947, yakni Prapto Sudarmo, Wardi Utomo dan Ratno Suharjo yang ketiganya adalah eks karyawan pada perusahaan kulit yang memproduksi pakaian dan pelana. Mereka akhirnya memutuskan membuka usaha sendiri. Dari ketiga pionir ini, sekarang ada ratusan perajin di Manding. Sebagian diantaranya mampu memproduksi kerajinan untuk pasar ekspor.
Harga-harga produk yang dijual di Desa Wisata Manding sangat beragam mulai dari 10 ribuan hingga ratusan ribu rupiah. Harga ditentukan oleh jenis produk dan kualitas kulitnya serta tingkat kesulitan dalam desain.
Lokasi
Desa wisata Manding berada di Jl. Parangtritis Km. 11, Dusun Manding, Desa Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Yogyakarta. Akses ke sana Anda bisa mengikuti Jl. Parangtritis dan keluar dari Ringroad setelah lampu merah ke-2, Anda bisa belok ke kanan. Tidak perlu bingung untuk mencari daerah Manding karena Anda akan menemukan gapura besar di barat jalan dengan tulisan “Sentra Kerajinan Kulit Manding”. Untuk menuju ke sentra kulit ini, Anda dapat menggunakan trayek bus Yogyakarta – Parangtritis atau menggunakan kendaraan pribadi.
Tips
Agar mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga lebih terjangkau, Anda jangan segan menawar di Manding. Tawarlah hingga sekitar 50-60 persen dari harga yang disodorkan penjual. Jangan keburu nafsu, santai saja bercakap dengan penjual layaknya sahabat. Jika belum sepakat soal harga, tidak ada salahnya Anda mencoba peruntungan di showroom lainnya dengan penawaran harga sedikit ditinggikan. Dan yang tidak kalah penting gunakan bahasa Jawa dan jangan segan memesan produk sesuai selera bila belum ketemu produk yang cocok di hati.

0

 likes / 2 Comments
Share this post:
  • nendi says:

    maju terus industri kerajinan kulit indonesia

  • restu says:

    beuhh kalau sudah masuk toko kerajian kulit pasti suka bingung, pingim ngambil semuanya, kasih tips nya min untuk memilih pproduk hasil kerajianan kulit

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Archives

    > <
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec