27
Jun-2016

Mangrove Baros Jadi Ikon Wisata Minat Khusus

MANGROVE BAROS

Kawasan wisata Hutan mangrove Baros di Kretek Bantul, potensial dikembangkan menjadi ikon wisata minat khusus

Terlebih dengan telah terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Bantul, yang menetapkan kawasan hutan seluas 5 hektar ini sebagai kawasan konservasi, seperti halnya Gumuk Pasir di Parangtritis dan Konservasi Penyu di Sanden.

Hutan Mangrove BarosManager Marketing WWF Indonesia Susilowati Lestari menilai, sepanjang tepian Pantai Selatan Bantul menyimpan banyak potensi utamanya terkait dengan flora dan fauna. Karena itu, lahirnya Perbup yang menetapkan kawasan Baros sebagai kawasan konservasi, menjadi modal awal untuk bisa menjaga, melestarikan dan sekaligus mengembangkan kawasan ini sesuai dengan potensinya.

Saat sekarang, kawasan hutan mangrove di Baros baru seluas 5 hektar. Penanaman mangrove pertama kali dilakukan oleh LSM Relung bekerja sama dengan Keluarga Pemuda-Pemudi Baros (KP2B). Namun kedepan sesuai pencanangan, luas hutan mangrove di Baros diharapkan bisa menjadi 125 hektar.

Laguna Hutan Mangrove BarosMenurut data WWF, kawasan hutan mangrove Baros yang terletak di Kabupaten Bantul berada di laguna dan muara Kali Opak. Luas area yang potensial untuk direstorasi adalah 70 hektar. Dalam pelaksanaannya, BCA dan WWF Indonesia akan bekerja sama dengan kelompok masyarakat KP2B, yang selama ini telah melaksanakan inisiatif restorasi mangrove di muara Kali Opak. BCA, WWF Indonesia dan kelompok masyarakat membuatkan alat pemecah ombak (APO) yang berfungsi untuk menyaring sampah sehingga tidak akan menutupi bibit mangrove yang baru ditanam.

Hal ini dikarenakan adanya deburan ombak yang kuat karena lokasi penanaman berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia dan sampah yang hanyut dari daerah hulu ke muara kali Opak.

Inge Setiawati“Dalam jangka panjang upaya ini akan berdampak pada perbaikan ekologi, pencegahan terhadap abrasi, pencegahan intrusi air laut, penyediaan habitat satwa, dan daya dukung perikanan yang berkelanjutan. Program ini secara sosial juga menggugah para pihak untuk berperan serta dalam perbaikan lingkungan. Tidak terbatas pada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan sebagai penerima manfaat dari program ini, tetapi juga pihak-pihak yang memiliki komitmen yang kuat untuk perbaikan lingkungan, baik perorangan, kelompok masyarakat, pemerintah, maupun sektor swasta/korporasi, seperti BCA,” ujar Susilowati, disela-sela acara Bakti BCA berupa penanaman 2.000 batang bibit mangrove di Baros, Rabu 15 April 2015. Hadir dalam acara ini, Kepala BCA Kantor Wilayah II Ratna Yanti, Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati, Manager Marketing WWF Indonesia Susilowati Lestari, dan Kelompok Masyarakat Keluarga Pemuda Pemudi Baros. Aksi sosial ini merupakan rangkaian kegiatan memperingati HUT BCA ke-58.

Inge Setiawati menjelaskan, rangkaian kegiatan penanaman Mangrove telah dimulai oleh BCA dengan penanaman yang dilaksanakan di kawasan Ekowisata Mangrove, Pantai Indah Kapuk Jakarta, Blanakan Subang, dan Tanggamus Lampung. Selanjutnya, BCA akan melaksanakan penanaman Mangrove di sejumlah tempat, seperti Lamujung (Aceh Besar), Muara Gembong (Jawa Barat), Teluk Lamong (Surabaya), Wringin Putih (Banyuwangi), Sumberkima (Bali), dan Bengkayang (Kalimantan Barat). Total bibit pohon Mangrove yang ditanam mencapai 18.000 bibit.

WWFSelain penanaman Mangrove di 9 wilayah, BCA juga melaksanakan berbagai program CSR sebagai bagian dri ungkapan rasa syukur HUT ke-58, seperti melaksanakan pemeriksaan mata gratis dan donasi kacamata kepada siswa sekolah binaan di Serang, Yogyakarta dan Lampung, peresmian dan pengobatan gratis di Klinik Bakti Medika dan Duri Utara, pengobatan gratis kepada 3 desa binaan di Yogyakarta, operasi katarak bagi masyarakat tidak mampu di RS Medika Lestari, Ciledug dan edukasi lingkungan “BCA Green Stage” bersama WWF Indonesia dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

“Tahun ini kami fokus ke program lingkungan. Ini sebagai kontribusi kami untuk mendukung program pelestarian lingkungan. Kegiatan akan terus kita lakukan di Baros. Secara periodik akan ada evaluasi dan perbaikan. Harapan kita, ke depan bukan hanya akan membawa manfaat bagi lingkungan. Tapi juga mampu mendatangkan manfaat ekonomi kepada masyarakat di sekitar,” lanjut Inge.

1

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec