02
Jun-2016

Masjid Taqwa: Secuil Masa Lalu Mataram

IMG_5652+

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah kerajaan yang didirikan dalam lingkup budaya Islam. Unsur Sayidin Panatagama dalam gelar Sultan Hamengkubuwono yang bertahta adalah buktinya. Di luar itu, ada lima Masjid Pathok Negara.

Masjid Pathok Negara adalah tempat ibadah bagi umat Islam yang didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I. Ada lima masjid semacam ini, yaitu di Ploso Kuning dan Mlangi (Sleman), serta di Wonokromo, Babadan dan Kasihan (Bantul). Karena pengaruh kerajaan Mataram yang begitu kuat, maka bangunan Masjid Pathok Negara memiliki gaya arsitektur Jawa.
Salah satu Masjid Pathok Negara adalah Masjid Taqwa yang berada di WonokIMG_5638+romo, Bantul. Kawasan ini memang merupakan kampung santri, karena keberadaan sejumlah pondok pesantren di sekitarnya. Kehadiran pondok pesantren dan Masjid Pathok Negara adalah dua hal saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.
Masjid Taqwa, Wonokromo didirikan oleh Kyai Mohammad Fakih yang merupakan guru sekaligus kakak ipar dari Sri Sultan Hamengkubuwono I. Ketika menjadi murid mengaji Kyai Mohammad Fakih, Sultan meminta nasihat agar dapat mengelola Kasultanan dengan aman dan sejahtera. Kyai Muhammad Faqih kemudian memberi nasihat agar sultan memilih sejumlah guru mengaji, mengajar akhlak dan budi pekerti. Orang-orang ini disebut sebagai “Pathok”. Sultan setuju dengan nasihat itu dan kemudian mengangkat Pathok dan ditempatkan di desa Mlangi, Plosokuning, Babadan, Ringinsari Genthan, Demak Ijo, Klegum, Godean dan Jumeneng. IMG_5625+
Pada tahun 1774, Kyai Mohammad Fakih dipilih menjadi kepala Pathok, dan dianugerahi tanah perdikan di sebelah selatan Ketonggo, yang masih berupa hutan. Disinilah kemudian didirikan sebuah masjid yang menjadi cikal bakal Masjid Taqwa sebagai Masjid Pathok Negara di sisi selatan Mataram.
Dulu, bangunan ini memiliki ciri lokal yang sangat kuat. Bangunan berbentuk limasan, mustakanya terbuat dari kuwali (tanah liat). Seluruh bangunan terbuat dari bambu dan atapnya berbahan welit. Pada periode setelah 1867, dilakukan pembangunan sedikit demi sedikit dengan memanfaatkan material modern seperti batu bata dan genteng tanah liat. Lantai juga diperkeras dengan aci yang merupakan kombinasi batu bata yang ditumbuk halus, gamping dan pasir.
IMG_5591+Pembangunan terus dilakukan hingga awal abad 20. Selain untuk mengganti bahan-bahan yang lapuk dimakan waktu, juga memanfaatkan material yang terus berubah seiring waktu. Renovasi cukup besar dilakukan pada 1986, karena datangnya bantuan dari Presiden RI sebesar Rp. 25.000.000. Ketika itu, ada usulan untuk membangun menara masjid tetapi ditolak oleh Keraton, karena tidak sesuai dengan ciri arsitektur Jawa, yang tidak mengenal bangunan menara.
Beberapa ciri khas yang menjadi keunikan sekaligus bisa menggambarkan bagaimana kehidupan di masa lalu bisa ditemui di masjid ini. Salah satunya adalah keberadaan kolam, yang dulu berfungsi sebagai tempat wudhu. Masyarakat Jawa dulu tentu belum mengenal bak semen dan kran, karena itu wudhu dilaksanakan di kolam. Air kolam diperoleh dari mata air yang terletak tidak jauh dari lokasi masjid.
Selain itu, ada pula bedug, yang dipakai sebagai penanda datangnya waktu sholat. Di Masjid Pathok Negara Pleret, Wonokromo ini, pembunyian bedug dilakukan dengan aturan tertentu. Khusus di waktu sholat Asar di Hari Kamis, bedug dipukul lebih lama untuk memberitahIMG_5611+u masyarakat bahwa malam nanti adalah malam Jumat.
Datang ke Masjid Taqwa bisa menjadi kesempatan bagus untuk belajar arsitektur Islam dan Jawa, sekaligus melihat bagaimana kehidupan muslim di masa lalu. Selain itu, di kawasan Wonokromo dan sekitarnya kita juga bisa menemukan banyak situs peninggalan Mataram.

Lokasi:
Sekitar 12 kilometer atas selatan Kota Jogja. Ditempuh dengan menyusuri Jalan Imogiri Timur.

Transportasi:
Paling mudah menggunakan kendaraan pribadi.IMG_5632+

Kuliner:
Paling terkenal dari daerah ini adalah sate klathak yang tersedia cukup banyak di Pasar Jejeran, Wonokromo.

Obyek Wisata Lain
Museum Purbakala Pleret merupakan tempat yang bisa dikunjungi. Jangan lupa untuk menyaksikan situs Kraton Kerto di Desa Pleret Kecamatan Pleret yang terdapat disela-sela rumah penduduk, di kawasan sekitar museum ini.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec