04
Nov-2015

Memahami Konflik Sebagai Bagian dari Demokrasi

DSCN8698

Selama 40 hari, mulai 1 November hingga 10 Desember 2015, pameran Internasional, Biennale Jogja kembali digelar di kompleks Jogja Nasional Museum, Jalan Prof. Amri Yahya, Gampingan, Yogyakarta.

Pada penyelenggaraan pameran utama Biennale Jogja XIII: Equator #3 kali ini mengusung tema  Hacking Conflict. Pada tahun ini kegiatan ini bermitra dengan Nigeria. Dipilihnya tema Hacking Conflict dan Nigeria sebagai mitra dalam Biennale Jogja kali ini merupakan bentuk respons terhadap kondisi sosial-politik Indonesia dan Nigeria yang memiliki kesamaan: pernah dikuasai rezim otoriter. Dan pergolakan atau konflik yang terjadi  pun tidak jauh berbeda.DSCN8688

Dengan mengusung Hacking Conflict, yang tertuang dalam pameran seni ini, masyarakat diajak bereksperimen dalam mendayagunakan konflik, ketidakteraturan, kesalahpahaman serta perbedaan, karena keberadaannya yang mutlak dalam sistem demokrasi.

Dan konflik hendaknya dipandang secara positif karena menjadi sumber daya penting untuk dikelola sehingga menciptakan sebuah keharmonisan yang tak terduga. Karena konflik juga akan selalu hadir dalam kehidupan demokratis, di mana setiap orang berhak mengemukakan pendapatnya.

Pameran yang melibatkan 26 partisan dari Indonesia serta 11 seniman dari Nigeria ini menampilkan 32 karya yang dipajang di ruang pameran utama. Selain karya yang bersifat aktivitas, interaktif dan partisipatif, pameran utama juga menampilkan beragam medium lainnya, seperti desain grafis, instalasi, video, fotografi serta buku. Oleh karenanya partisipan pameran sengaja dipilih dari beragam profesi yang berbeda. Ada seniman visual, teater, musik, jurnalis, editor buku, praktisi iklan dan tari.

Sistem kolaborasi antar partisipan ini sendiri ditujukan untuk memicu munculnya konflik agar tema kurator tak sekadar sebuah narasi atau tema karya. Akan tetapi juga menjadi metode kerja.

DSCN8705Dalam pameran utama Biennale Jogja kali ini pengunjung juga ditawari cara menonton atau mengapresiasi karya seni dengan mengalaminya. Seluruh indera tubuh yang kita miliki akan bekerja.

Di sini pengunjung juga serasa berada dalam ruang yang memberikan pengalaman, melihat, mendengar, menyentuh, mengendus serta menjilat. Rangsangan indera ini nantinya akan mendorong Anda untuk berpikir, bertindak dan membayangkan masa lalu.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec