25
May-2016

MENENGOK ISTANA SANG MAESTRO INDONESIA, MUSEUM AFFANDI (2)

News   /  

museum_affandi

Museum yang terletak di Jalan Laksda Adisucipto No. 167 ini dibangun pertama kali pada tahun 1962 oleh sang Maestro Affandi. Konsep gedung yang menyerupai lembaran daun pisang merupakan ide Affandi yang ia peroleh dari pengalaman masa kecilnya.

Awalnya, Affandi membangun gedung pameran untuk memamerkan hasil karyanya. Pada tahun 1974, secara resmi dibuka oleh Dirjen Kebudayaan Prof. Ida Bagus Mantra. Gedung pameran kedua dibangun atas bantuan pemerintah pada tahun 1987 dan diresmikan pada tanggal 9 Juni 1988 oleh Mendikbud Prof. Fuad Hasan.

Gedung pameran ketiga dibangun oleh yayasan Affandi pada tahun 1997 dan diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tanggal 18 Mei 2000.

Sebagai pelukis maestro tingkat dunia, Affandi memiliki berbagai macam koleksi yang sebagian merupakan lukisan kertas, cat air, pastel, dan cat minyak dengan jumlah total sekitar300 buah. Selain mengkoleksi lukisannya sendiri, Ia juga mengkoleksi lukisan karya teman-teman seprofesinya. Seperti Sudjojono, Hendra Gunawan, Barli, Muchtar Apin, Popo Iskandar dan lain-lain.

Oh ya, nama lengkap Affandi adalah Affandi Koesoema. Ia lahir di Cirebon, Jawa Barat, tahun 1907 dan meninggal pada 23 Mei 1990. Affandi merupakan pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional, berkat gaya ekspresionisnya dan romantisme yang khas.

Affandi dilahirkan sebagai putra dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di Museum Affandi 11pabrik gula di Ciledug, Cirebon. Dari segi pendidikan, Affandi termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Bagi orang-orang segenerasinya, memperoleh pendidikan HIS,MULO, dan selanjutnya tamat dari AMS, termasuk pendidikan yang hanya diperoleh segelintir anak negeri.

Bakat seni lukisnya yang besar mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya. Umur 26 tahun, tahun 1933, Affandi menikah dengan Maryati, gadis kelahiran Bogor. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang dinamai Kartika Affandi.

Tahun 30-an, Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung, yaitu kelompok lima pelukis Bandung. Mereka itu adalah Hendra Gunawan, Barli, Sudarso, dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Kelompok ini berbeda dengan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938, melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis.

Tahun 1943, Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetera Djakarta. Empat Serangkai, Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Mas Mansyur–memimpin Seksi Kebudayaan Poetera (Poesat Tenaga Museum Affandi 8Rakyat) ikut ambil bagian. Dalam Seksi Kebudayaan Poetera ini Affandi bertindak sebagai tenaga pelaksana dan S. Soedjojono sebagai penanggung jawab, yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno.

Suatu saat, Affandi mendapat beasiswa untuk kuliah melukis di Santiniketan India, akademi yang didirikan Rabindranath Tagore. Begitu di India, dia ditolak dengan alasan Affandi dipandang tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Akhirnya biaya beasiswa yang diterimanya digunakan mengadakan pameran keliling negeri India.

Semasa hidupnya, ia telah menghasilkan lebih dari 2.000 karya lukis. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia, baik di Asia, Eropa, Amerika maupun Australia. Tahun 1974, pelukis kebanggaan Bangsa Indonesaia ini meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore.

Koordinat:

S7°46’58.6″ E110°23’46.8″

Lokasi:Museum Affandi 9

Museum Lukis Affandi Yogyakarta

Jl. Laksda Adisucipto No. 167 Yogyakakarta INDONESIA 55281
telp: +62-274-562593

fax: +62-274-562593

www.affandi.org.

Jam Operasional:

–  Senin – Sabtu, pukul 09.00 – 16.00 (bulan puasa hanya sampai pukul 15.00 )

–  Hari Minggu dan hari libur Nasional lainnya Museum Affandi hanya buka dengan permintaan khusus.

–  Tiket masuk wisatawan asing Rp 50.000 (free softdrink dan souvenir) dan domestik Rp 20.000 (free softdrink).

–  Akses ke museum ini sangat mudah, bisa diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun beberapa alternatif kendaraan umum seperti TransJogja.

Museum Affandi 10Fasilitas:

– Galeri
– Sanggar
– Kolam renang
– Kafe
– Perpustakaan
– Toko suvenir
– Tempat parkir
– Toilet

Potensi:

-Dekat Plaza Ambarrukmo untuk wisata belanja, Hotel Grand Ambarrukmo, Hotel  @HOM Premier Adisucipto Hotel, UIN (IAIN) Kalijaga, Museum Gedung Mandala Bhakti Wanitatama dan Museum Pergerakan Wanita, Hotel New Saphir,Pasar Demangan, Hotel Edelweiss.

Tips:

– Patuhilah peraturan yang diterapkan pengelola Museum  Affandi. Ini untuk menjaga dan melestarikan karya-karya besar Affandi.
– Tersedia suvenir di toko sekitar museum bisa menjadi oleh-oleh usai berkunjung ke museum ini.

 

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec