12
Sep-2013

Menguak Ruh Nasionalisme Film Soekarno Didukung Penuh JNE

News   /  

Satu lagi film tentang nasionalisme segera beredar di bioskop Tanah Air. Film berjudul Soekarno saat ini telah dalam proses produksi, berkisah tentang sang proklamator selama masa pengasingan di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur sejak 1934-1938.
Film tersebut akan mengisahkan tentang serpihan-sepihan peristiwa dari sebuah fase perjuangan presiden pertama RI di Ende. Empat tahun di pengasingan yang jauh dari habitus politiknya, membuat Soekarno mengalami keterasingan eksistensial paling parah di sepanjang hidupnya.
Namun di tengah keterasingan secara sosial-politik, Soekarno bukannya menjadi tak berdaya, sebaliknya malah menemukan kekuatan baru dalam melawan kolonialisme dan imperialisme. Tentu, film ini ingin mengungkap jejak-jejak perjuangan Soekarno secara lebih dekat. Sekaligus mencoba menyampaikan detail-detail cerita yang sangat mungkin belum banyak diketahui khalayak.

Film ini menampilkan sisi humanis Bapak Proklamator, Bung Karno, dibalik ketegasannya yang sangat dikenal masyarakat Indonesia dan berkisah tentang perjuangan para tokoh pendiri bangsa Indonesia, yaitu: Ir. Sukarno, M. Hatta, Sultan Syahrir dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
Film ini sendiri disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduksi oleh Tripar Multivision Plus. Film yang didukung penuh oleh PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) ini, melibatan sekitar 2.000 hingga 3.000 pemain dari beragam etnis dan suku.
“Bagi JNE, film ini juga merupakan wujud penghormatan terhadap founder JNE H. Soeprapto Suparno, di mana beliau adalah putra mantan pejuang di era Soekarno. Ini juga bagian dari dukungan kami terhadap membangun semangat nasionalisme,” ujar Managing Director JNE Johari Zein disela-sela MOU antara PT JNE dan PT Tripar Multivision Plus di Jakarta.
Atas dukungan JNE pula, Sutradara Hanung Bramantyo akan membuat trailer film “Soekarno: Indonesia Merdeka” khusus untuk JNE. Selain berisi soal kisah film, trailer khusus itu akan menekankan cerita bagaimana naskah proklamasi bisa terdistribusi sehingga masyarakat bisa mengetahui kabar kemerdekaan Indonesia.
“Nantinya akan ada trailer khusus bagaimana naskah proklamasi itu, dua hari sudah bisa sampai ke tempat lain, kita buat versi khususnya,” kata Hanung.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec