14
Dec-2015

Menyeduh Soto Pithes di Keriuhan Beringharjo

Kuliner   /   Tags: , ,

Foto Soto Pithes 2Pasar Beringharjo di waktu pagi adalah pasar yang menggeliat dari tidurnya. Semakin siang geliat para pedagang dan pengunjung semakin membaur. Campur begitu rupa dalam kesibukan masing-masing keperluan dan kebutuhan. Bergelut dengan waktu agar bisnis terus hidup, menggeliat, dan terus berjalan.

Setiap lorong Pasar Beringharjo selalu memanjakan naluri belanja setiap orang. Berupa barang dagangan menggoda selera. Pun demikian dengan dunia kuliner pasar yang dibangun pada tahun 1758 itu. Era 70-an dan 80-an setiap lorong di pasar ini selalu ada space warung secara bergerombol. Kini warung-warung itu disatukan menjadi satu blok di bagian paling timur pasar bersebelahan dengan los daging, los ikan laut, dan bahan mentah untuk jamu. Los untuk warung-warung makan itu sampai di lantai 2.

Foto Soto Pithes 3Salah satu yang jangan dilewatkan adalah mampir ke Soto Pithes Bu Sutri Riwet. Soto ini agak di luar mainstream soto. Pada saat meracik soto tidak satu pun bumbu dituangkan ke dalam mangkuk kecuali nasi dan tauge panjang. Setelah itu, baru dituangkan kuah ke dalam mangkuk. Rasa segar soto datang dari guyuran kuah tadi. Kuah itulah bumbu soto sebenarnya. Terdiri dari bumbu dapur, gula jawa, kecap setengah botol, dan sedikit penyedap rasa. Dari efek gula jawa dan kecap, kuah soto itu tampil dengan warna cokelat segar. Jadi tanpa menambah kecap lagi sebenarnya sudah berasa kecap juga.

Foto Soto Pithes 4Keunikan lainnya sewaktu pesan soto, Bu Sutri Riwet, generasi kedua soto sepeninggal orang tuanya, Bu Arjo, kita akan ditanya sotonya pedas atau tidak. Jika ya, maka ibu jari Bu Sutri dengan cepat akan melumatkan (pinthes) cabai rawit merah di bibir mangkuk dengan jempolnya. Mau satu cabai atau lebih tinggal selera dan permintaan. Itu sebabnya soto ini disebut soto pithes.

Tidak ada lauk yang menambah segarnya soto, misalnya empal atau perkedel. Hanya kudapan kecil ala kadarnya; peyek, keripik, dan kerupuk kecil yang semuanya diwadahi toples. Tapi minuman khas warung ini bisa sebagai pengobat dahaga dan menghilangkan kesan warung seadanya. Wedang kolang-kaling tampaknya tidak boleh sampai lupa dipesan. Bisa dipesan hangat atau dingin. Rasa sirupnya tidak terlalu manis dan rasa kolang-kalingnya masih menyisakan sedikit setengah matang, sehingga ada sensasi rasa klethuk-klethuk saat menggigitnya.

Foto Soto Pithes 6Untuk sampai lokasi harus ada nadi petualang kuliner. Karena ada banyak jalan berliku di sepanjang lorong pasar. Selain itu, bau dan becek di sana-sini sering pula dijumpai. Tapi dandanan Bu Sutri yang meriah bisa menjadi ciri: bersanggul dan seluruh tangan serta lengan kanan kiri selalu berhias cincin, gelang, dan kalung.

Lokasi

Los Pasar Beringharjo paling timur dekat los bahan untuk jamu

Jam Buka

06.00 – 14.00 WIB

Harga

Semangkuk soto : Rp 8.000,-
Segelas Es Kolang-Kaling : Rp 2.000,-
Catatan:
Foto Soto Pithes 5Semangkuk soto berukuran kecil, jadi kalau kurang Anda bisa langsung pesan 2 mangkuk. Bagi Anda yang sedang flu disertai demam atau bersin-bersin, soto ini cocok untuk pengobat alami. Kuah soto yang panas segera akan memulihkan stamina Anda.

Jika Anda kesulitan untuk sampai ke warung ini, sekali waktu boleh bertanya. Tapi jika yang ditanya tidak tahu lokasinya, Anda bisa menggunakan kata bantu: mau ke warung Soto Mbah Galak. Pedagang yang ada di sana hampir pasti tahu yang Anda tanyakan. Tapi jangan sampai kata bantu itu didengar langsung oleh si empunya, bisa-bisa Anda benar-benar akan merasakan dampak dari kegalakannya.
Selamat menikmati.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec