13
May-2016

Museum Mata RS Dr Yap Menggugah Kesadaran Pentingnya Kesehatan Mata

Wisata   /   Tags: , ,

Mata, adalah salah satu organ tubuh yang  kerap luput dari perhatian. Keberadaan mata, tak jarang kalah “pamor” ketimbang organ lain-utamanya yang berkait langsung dengan penampilan fisik seseorang.

foto 2 Bagan MataTapi, manakala Anda ke Jogja dan menyempatkan diri menengok Museum Mata di RS Dr Yap,  boleh jadi di kemudian hari akan lebih memperhatikan kesehatan mata Anda. Setidaknya, keberadaan benda-benda koleksi RS Dr Yap dan koleksi pribadi Dr Yap Hong Tjoen dan Dr Yap Kie Tiong selaku pendiri, sedikit banyak akan menggugah kesadaran akan pentingnya indera penglihat ini.

Museum ini diresmikan 1997 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sebagian besar koleksi berhubungan dengan peralatan kedokteran bagian mata, peralatan rumah tangga, foto, lukisan, buku dan benda elektronik yang berjumlah lebih dari 900 buah.

Museum ini menempati areal di lingkungan Rumah Sakit RS Mata Dr Yap dengan luas tanah 246 meter persegi. Ruang museum tersebut belum diatur sesuai standart museum, sehingga pengunjung mesti lebih bersabar dan cermat dalam meneliti ataupun melihat koleksi-koleksinya.

foto 6 PerimeterMenurut Dwi Anna Sitoresmi selaku pengelola, museum swasta yang berstatus Museum Khusus ini, memang belum dibuka secara resmi untuk masyarakat umum. Tapi siapapun, sudah tentu akan diijinkan untuk masuk dan melihat-lihat isi museum yang konon koleksinya tidak akan ditemui di lain tempat. Ruang museum terbagi dalam empat bagian yaitu Ruang Perpustakaan, memuat buku-buku bahasa, sastra, seni, sejarah, opthalmologi, dan lain-lain. Menurut data, setidaknya ada 934 judul buku dengan jumlah eksemplar sebanyak 939 buku. Kemudian ada Ruang Tidur yang berisi barang-barang antik dan foto-foto keluarga Dr. Yap Hong Tjoen. Ruang Alat-alat Makan, serta Ruang Alat-alat Kedokteran Opthalmologi.

Karena belum resmi dibuka untuk umum, tak mengherankan kalau perngunjung museum ini kebanyakan adalah keluarga pasien yang sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mata Dr Yap. Selebihnya, adalah para dokter, mahasiswa koas ataupun mereka yang memerlukan informasi mengenai sejarah rumah sakit, sejarah ilmu kedokteran mata dan sejenisnya, yang biasanya untuk kepentingan ilmiah.

foto 5 Mesin Ketik BrailleSalah satu koleksinya ada mesin ketik braille. Mesin ketik ini dipergunakan oleh orang buta. Dari mesin ketik ini, kita bisa tahu bahwa orang buta bisa mengetik surat, atau mengetik teks lainnya. Jangan membayangkan mesin ketikanya akan sama dengan yang kita temui saat ini. Bentuknya saja, sudah mencirikan sebagai alat yang tua dan berumur. Kalau RS Mata Dr Yap mulai tahun 1923, artinya mesin ketik braille mulai ada pada tahun-tahun itu.

Berbagai macam alat medis, yang pada waktu itu sudah digunakan juga bisa dilihat di museum ini. Total koleksi alat kesehatan khusus mata, konon mencapai 224 buah. Diantaranya, ada alat medis yang dipakai untuk memeriksa mata juling misalnya, dan sejumlah alat medis lainnya. Sepintas, koleksi-koleksi ini memang terlihat mulai kusam. Tapi cobalah meminta petugas untuk bercerita, maka Anda bukan hanya akan dibuat kagum dengan kecanggihan berbagai macam alat di jaman itu, tapi juga akan terkesan dengan tingginya semangat Yap Hong Tjoen untuk “merawat” salah satu indera yang kerap terabaikan.

Lokasi: Jalan Cik Di Tiro No 5 Yogyakarta
Transportasi: Letaknya yang dekat dengan Kampus UGM, menjadikan museum ini mudah dijangkau dari segala arah. Banyak transportasi umum yang melintas di kawasan ini. Anda cukup bertanya lokasi RS Mata Dr Yap.
Fasilitas: Karena lokasi museum di dalam kompleks rumah sakit, maka fasilitas milik rumah sakit juga bisa dipakai oleh pengunjung museum. Diantaranya, mushola, tempat parkir yang cukup lapang, perpustakaan, kantin dan toilet.
Potensi: Selain koleksi museum, pengunjung juga dapat melihat-lihat bangunan rumah sakit yang merupakan bangunan jaman Belanda dan masuk sebagai salah satu bangunan heritage. Lelah berkeliling, Anda bisa merasakan nikmatnya pijat tradisional oleh para pemijat tuna netra dengan tarif hanya Rp 35.000 untuk 1 hingga 1,5 jam.
Hari Buka: Senin, Selasa dan Rabu. Tapi mengingat penjaga museum sementara baru satu orang, maka jadwal ini sangat mungkin bisa berubah. Disarankan, sebelum datang ke museum, pengunjung lebih dahulu menghubungi pihak yayasan sebagai pengelola.
Jam Buka: Jam 09.00 – 15.00 wib
Biaya: Masih gratis
Telepon : (0274) 516051
Email:  yayasandr.yapprawirohusodo@yahoo.com

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec