18
Jun-2015

Nawu Sendang Seliran Kotagede

Setiap tahun, di Kompleks Masjid Besar Mataram Kotagede Yogyakarta, ada ritual berupa membersihkan kolam besar atau sendang. Dalam istilah Jawa, disebut Nawu Sendang

Sendang yang dimaksud adalah Sendang Seliran Kotagede Yogyakarta. Semula, acara murni sebagai acara tradisi. Tapi beberapa tahun belakangan, pihak panitia mengemas acara Nawu Sendang tersebut menjadi sebuah rangkaian acara yang cukup meriah dan dapat dinikmati oleh masyarakat umum.Nawu Sendang Seliran

Salah satunya, adalah diadakannya kirab budaya Ambengan Agung, berupa gunungan kuliner yang diarak oleh ratusan abdi dalem dari Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Lazimnya, arak-arakan dimulai dari Balai Desa Jagalan menuju Masjid besar Mataram Kotagede Yogyakarta. Kirab budaya tersebut diikuti Para Bregodo (prajurit) yang membawa jodhang berisi miniatur Masjid Besar Mataram. Gunungan berisi hasil bumi dan tak ketinggalan sejumlah makanan tradisional yang menjadi ikon, seperti kipo, banjar, yangko, dan roti kembang waru yang diperebutkan untuk dimakan bersama-sama.

Ritual Nawu Sendang Seliran atau menguras air sendang di kawasan cagar budaya Makam Raja Mataram Kotagede di mulai di serambi masjid. Sebuah siwur dimasukkan dalam jodhang. Di sendang, para abdi dalem mengambil air secara simbolik dan dimasukkan ke dalam kendi, yang kemudian dibawa dengan jodhang yang dipikul.Nawu Sendang Seliran

Sesepuh Kawasan Kotagede Mas Penewu Joyo Permono yang juga Lurah Desa Jagalan menuturkan acara Namu Sendang merupakan penggambaran bersatunya keraton dengan masyarakat serta manunggalnya ulama dan umaro atau pemimpin. Karena itu, warga dilibatkan dengan berperan sebagai prajurit keraton dan penghargaan pada Keraton Mataram Islam waktu itu.

Nawu Sendang Seliran“Masuknya Islam di Kerajaan Mataram waktu itu sarat dengan ajaran. Saat itu, Sunan Kalijaga memberikan pelajaran pada pengikutnya, air harus bersih. Zaman dulu, sebelum ada tempat wudhu, masyarakat selalu membersihkan kakinya di depan pintu masuk masjid,” bebernya. Prinsip serupa, berlaku dalam ritual menguras sendang. Sendang merupakan tempat kegiatan manusia membersihkan diri.

“Ini hanya simbol kebersihan. Intinya, membersihkan sendang sebagai tempat membersihkan diri. Saat diri dibersihkan, hati juga harus siap bersih, dan berujung pada bersihnya dunia alias donya padang,” katanya.

Nawu Sendang SeliranTidak ada sumber yang menjelaskan kapan awal mulanya prosesi nawu sendang ini ada, namun diyakini prosesi ini ada setelah sendang ini dibuat.

Jadwal

Acara Nawu Sendang Seliran berlangsung pada bulan Jumadil Akhir. Acara dilakukan di dua sendang. Yakni, Sendang Seliran Kakung dan Sendang Seliran Putri. Prosesi dimulai dengan penyerahan siwur atau gayung pada petugas penguras sendang. Saat abdi dalem menguras sendang inilah, di halaman masjid diselenggarakan acara rayahan atau berebut penganan atau jajan pasar yang menghiasi ambengan. Masyarakat mempercayai, jika berhasil ngerayah atau mengambil beberapa penganan tersebut, mereka akan mendapatkan berkah.

Malam harinya diadakan pertunjukkan wayang kulit semalam suntuk, yang merupakan acara penutup sekaliguas sebagai acara ruwatan. Terkandung maksud, agar warga mendapatkan keselamatan, terbebas dari segala macam rintangan, nasib jelek, dan dapat mencapai kehidupan yang ayom ayem tentrem (aman, bahagia, damai di hati).Nawu Sendang Seliran

Lebih konkritnya ruwatan sebagai suatu upaya membersihkan diri dari sengkala dan sukerta (dosa dan sial) yang diakibatkan dari perbuatannya sendiri, hasil perbuatan jahat orang lain, maupun force-majeur misalnya faktor kelahiran dan ketidaksengajaan di luar kendali dirinya.

Koordinat:

7°49’55″S 110°23’52″E

Lokasi:

Ada di Kompleks Masjid Besar Mataram Kotagede

Rute:

Bila memungkinkan menggunakan kendaraan pribadi akan lebih baik. Tapi jika terpaksa menggunakan angkutan umum, maka Trans Jogja bisa menjadi pilihan. Pilihlah yang rutenya menuju Kotagede. Sesampainya di halte setempat, bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kantor kelurahan atau langsung ke Masjid Besar Kotagede.

Potensi:

Nawu Sendang SeliranSelain mengikuti acara Nawu Sendang, pengunjung bisa juga menikmati obyek wisata lain di kawasan ini. Wisata religius dengan mendatangi makam raja-raja dan masjid besar dapat menjadi pilihan. Juga bisa melihat dari dekat tembok-tembok peninggalan kerajaan Mataram Islam yang masih berdiri kokoh. Bagi yang ingin mencari souvenir dari perak, di dekat Pasar Kotagede banyak dijumpai penjual aneka kerajinan dari perak. Sedangkan yang ingin mencari kuliner khas Kotagede, selain jajanan Kipo, ada Warung Sidosemi di dekat makam, yang menjual es buah, es jeruk, dan es limun, serta bakso. Ada pula Sate Karang, Sate Kambing Mbah So, Sate Waru Doyong, Restoran Omah Dhuwur, dan masih banyak lagi.

0

 likes / One comment
Share this post:
  • tak jelas untuk dimengerti

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    code

    Archives

    > <
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec