Nenek sihir naik haji, mana mungkin? Anda boleh tidak percaya kalau nenek sihir pun naik haji. Tapi itulah yang terjadi

Setidaknya, ini bisa dibuktikan pada pameran komik, di Rumah Komik MDTL (Museum Dan Tanah Liat), Kersan Tirtonirmolo Kasihan Bantul.
Sebanyak 48 seniman komik dari Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Bali dan Jakarta memamerkan karya-karya mereka hingga 3 Juli mendatang. Pameran komik yang bertajuk “Ciaaattt! Gubraaakkk!Dorr!! ini menandai launching ruang baru MDTL.Pameran komik
Di samping cerita Nenek Sihir Naik Haji karya Salabi Arsya, ratusan komik dengan berbagai cerita mulai dari cerita pengalaman pribadi, cerita-cerita lucu, hingga komik yang berisikan kritikan dan sedikit saru, bahkan komik dengan bahasa dan huruf jawa ditampilkan sebagai bentuk ekspresi dari masing-masing komikus. Seperti karya Iwang yang bercerita ketika dia di kejar-kejar orang gila. Sedangkan Rio Rejeki atau yang akrab dipanggil Koplo melukiskan karakter pribadinya yang sedikit nyleneh serta suka berkata agak jorok.
Sementara komik yang menyoroti kondisi bangsa yang digerogoti tikus kotor diceritakan oleh Ucup Black dari Komunitas Taring Padi dengan judulnya “Paidi Anti Korupsi”. Bahwa korupsi saat ini telah menyerang tidak hanya orang-orang berpangkat dan berkedudukan tinggi tapi juga menjangkit hingga ke masyarakat luas.
pameran komikMenurut pendiri Museum Dan Tanah Liat, Ugo Untoro, komik-komik yang dipamerkan ini merupakan komik indie, komik yang tidak ada di pasaran. Karena dengan alasan tertentu biasanya penerbit tidak mau mencetak komik seperti ini. Padahal imaji komikal indie menawarkan kelucuan serta caption yang menarik dicermati.
Dan meski sebatas komik indie, apa yang tertuang serta tertulis dalam setiap cerita menunjukkan kemampuan naratif serta imanjinasi komikusnya dalam bercerita yang memiliki kedalaman filosofis dengan perenungannya panjang terkait dengan kompleksitas hidup manusia.Pameran Komik
Sisi lain yang menarik dalam pameran kali ini, ketika mata kita menyapu ke sudut lain ada banyak karya yang sesungguhnya tidak dekat dan melekat dengan bentuk akan makna ratusan komik terpampang. Di sini, jerigen minyak, T-shirt, dompet hingga stiker, seolah berebut ruang dengan bentuk-bentuk komik, di mana semua tampak eskis dalam satu ruang, Rumah Komik MDTL, sehingga menarik perhatian mata setiap pengunjung.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec