04
Jun-2016

Ngejaman, Tandai Waktu Zaman Dahulu

Masuk pusat Kota Yogyakarta, saat menikmati wisata kuliner dan wisata belanja, ada secuil sejarah yang tidak banyak dikenal. Termasuk oleh masyarakat Yogyakarta saat ini. Ngejaman berada di tengah bangunan-bangunan lama yakni Gereja Tua, Gedung Agung dan Benteng Vredeburg.

Di kawasan Malioboro, terutama yang lintas dekat masuk ke Keraton Ngayogyakarta, terdapat satu buah jam yang berada di tengah jalan, dan dikenal dengan sebutan Ngejaman.

Tempat ini sejatinya mengasyikkaNgejaman Yogya 4n. Terutama bagi mereka yang menyenangi fotografi. Ya, setidaknya, wisatawan bisa berfoto ria. Memang sih, tempat ini masih kalah popular dengan Tugu atau Plengkung Gading, yang dijadikan obyek untuk narsis alias mengambil foto diri.

Sebutan Ngejaman ini karena memang di situ, ada sebuah jam kota atau stadsklok yang berdiri kokoh. Keberadaan jam tua ini tepat di depan Gereja Protestan, sebelah Utara Gedung Agung atau di samping kiri persis bangunan Istana Negara tersebut.

Dahulu, Ngejaman tentu berbeda dengan kenyataan saat ini. Yaitu, tidak ada trotoar seperti yang terlihat seperti sekarang. Namun fungsi dahulu dan sekarang masih sama, yaitu penanda waktu untuk masyarakat Yogyakarta. Terutama di sekitar Gedung Agung, Malioboro, hingga Keraton Yogyakarta.

Ngejaman tetaplah bagian dari bangunan tua bersejarah. Ia ikut menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Kota Yogyakarta, yang menjadi bagian penting sejarah Republik Indonesia.Ngejaman Yogya 2

Area di seputar Ngejaman ini dahulu kala bernama Jalan Margomulyo. Jam tersebut didirikan tahun 1916. Ini sebagai persembahan masyarakat Belanda kepada pemerintahnya untuk memperingati satu abad kembalinya Pemerintahan Kolonial Belanda dari Pemerintahan Inggris yang sempat berkuasa di Jawa, awal abad 19.
Bangunan berhalaman luas di sebelah Selatan Ngejaman adalah Gedung Agung, yang selesai dibangun tahun 1832. Dulunya, dipakai tempat tinggal para Residen dan Gubernur Belanda di Yogyakarta.

Saat zaman penjajahan Jepang, dijadikan kediaman resmi Koochi Zimmukyoku Tyookan, penguasa Jepang di Kota Yogya. Dari 1946 hingga 1949, gedung yang di zaman Belanda oleh masyarakat disebut Loji Kebon karena memiliki taman yang luas ini menjadi tempat kediaman resmi Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama, saat Kota Yogya menjadi ibukota Republik Indonesia.

Kini, Gedung Agung merupakan salah satu Istana Presiden Republik Indonesia yang berada di luar Kota Jakarta. Gedung Agung ini merupakan bangunan yang sarat nilai sejarah, karena menjadi saksi berbagai peristiwa penting di Yogyakarta.

Dekat Ngejaman, ada Benteng Vredeburg yang letaknya tepat di depan Gedung Agung.Ngejaman Yogya 3 Bangunan ini menjadi markas tentara pada zaman kolonial Belanda ini. Sekarang beralih fungsi menjadi museum bernama Museum Benteng Vredeburg. Benteng ini dibangun Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1760 atas permintaan orang-orang Belanda.

Koordinat:

7°47’58″S 110°21’53″E

Lokasi:

Letaknya persis Gedung Agung atau dekat dengan titik nol. Karena berada di pusat kota, sangat mudah mendapatkan akses ke tempat ini. Bisa menggunakan taxi, becak, andong, ojek, atau bus kota (Transjogja).

Potensi:

Berdekatan dengan beberapa obyek wisata sejarah, seperti Gedung Agung (istana presiden), Museum Vredenburg, Kantor Pos Besar, Gedung BNI, Museum Bank Indonesia, dan Kompleks Keraton Yogyakarta.

Dekat dengan obyek wisata belanja, yaitu di Pasar Beringharjo, sepanjang Jalan Malioboro. Ngejaman juga dekat dengan Titik Nol, tempat pertemuan segala arah di Kota Yogyakarta dan dekat dari Taman Pintar.

1

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec