19
Nov-2012

Pasar Beringharjo

beringharjo0

beringharjo2Sebagai pasar tradisional tertua dan terbesar, Beringharjo hampir menyediakan apapun keinginan pengunjung. Banyak yang menyebut Beringharjo sebagai pasar tradisional terindah di Jawa. Tapi yang pasti, Beringharjo, selain memiliki keterkaitan sejarah dengan Kraton Jogja dan budaya Jawa, juga menjadi ikon wisata Jogja seperti halnya Malioboro.

Pasar ini, terletak persis di ujung selatan sisi timur Jalan Malioboro-Jalan A Yani. Ketika Anda menyusuri Jalan Malioboro kearah selatan, maka Pasar Beringharjo berada di sisi sebelah kiri. Pertandanya cukup mudah, manakala di tepi jalan mulai terlihat kerumunan para pedagang buah, pedagang aksesoris dan jajanan, maka disitulah Beringharjo berada.

beringharjo3Berdasarkan peta Keraton Yogyakarta tahun 1765, lokasi pasar ini dulunya adalah lahan kosong di tanah tegalan, dengan sejumlah padukuhan di sekitarnya. Kala itu, Beringharjo bukan pasar dengan bangunan permanen. Sedangkan berdasarkan peta tahun 1876 sudah menampakkan bangunan pasar yang berupa los yang memanjang arah utara-selatan dengan jalan di sebelah baratnya (sekarang Jl. Malioboro-Jend. A. Yani).

Di pasar inilah, pelancong dengan mudah memuaskan hasrat berbelanja. Mulai busana modern, batik, hingga busana tradisional semua ada disini. Koleksinya sangat lengkap. Demikian pula bila Anda menginginkan busana rumahan, busana santai, untuk dewasa ataupun anak-anak. Bukan hanya busana, perlengkapan lain seperti sepatu, sandal dan tas juga banyak diperdagangkan disini dengan harga yang bervariasi mulai puluhan hingga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dan tentu saja sangat bisa dinego.

beringharjo4Mapingnya, bagian depan dan belakang bangunan pasar sebelah barat merupakan tempat yang tepat untuk memanjakan lidah dengan jajanan pasar. Di bagian depan sebelah utara, bisa dijumpai brem bulat dengan tekstur lebih lembut dari brem Madiun dan krasikan (semacam dodol dari tepung beras, gula jawa, dan hancuran wijen). Di sebelah selatan, dapat ditemui bakpia isi kacang hijau yang biasa dijual masih hangat dan kue basah seperti hung kwe dan nagasari. Sementara bagian belakang umumnya menjual panganan yang tahan lama seperti ting-ting yang terbuat dari karamel yang dicampur kacang.

Untuk busana dan kain, tersebar hampir di seantero bagian dalam pasar. Koleksi batik kain dijumpai di los pasar bagian barat sebelah utara. Sementara koleksi pakaian batik dijumpai hampir di seluruh pasar bagian barat. Selain pakaian batik, los pasar bagian barat juga menawarkan baju surjan, blangkon, dan sarung tenun maupun batik.

Transportasi

beringharjo6Penumpang KA, lebih baik turun di Stasiun Tugu lalu menuju Beringharjo dengan berjalan kaki melintas Jl Malioboro. Untuk pelancong yang turun di Terminal Bus Giwangan, bisa memanfaatkan Bus Kota atau Trans Jogja dengan trayek Jl Malioboro. Begitupun dari bandara. Tapi, bila ingin lebih mudah, bisa juga menggunakan taksi karena lokasi ini dipusat kota sehingga cukup terjangkau dari manapun.

Jam Operasional

Pasar mulai buka sekitar pukul 05.00 dan resmi tutup pukul 17.00 wib. Tapi denyut pasar tidak lantas mati, karena mulai pukul 18.00 hingga tengah malam, biasanya terdapat penjual gudeg di depan pasar yang juga menawarkan kikil dan varian oseng-oseng. Sambil makan, anda bisa mendengarkan musik tradisional Jawa yang diputar atau bercakap dengan penjual yang biasanya menyapa dengan akrab.

Kuliner

Pilihan menu sangat beragam, utamanya yang tradisional. Mulai nasi pecel dengan sayuran kembang turi,hingga berbagai macam soto, nasi rames, bakso, hingga gulai ada disini. Beberapa diantaranya cukup legendaris dan menjadi tujuan para pelancong yang pernah menetap di Jogja, atau warga Jogja yang sekarang tinggal diluar kota.

Jika haus, anda bisa membeli es Cendol di sekitar pasar. Biasanya Es Cendol tersebut tak hanya berisi cendol tapi juga cam cau (semacam agar-agar yang terbuat dari daun cam cau) dan cendol putih yang terbuat dari tepung beras. Minuman lain yang tersedia adalah es kelapa muda dengan sirup gula jawa dan jamu seperti kunyit asam dan beras kencur. Harga minuman pun tak mahal, hanya sekitar Rp. 1000 sampai Rp. 2000.

Pasar ini menjadi pusatnya jejamuan di Jogja. Berbagai bahan dasar jamu Jawa dan rempah-rempah ada disini.

Hobi

Pasar ini menjadi tempat yang tepat untuk berburu barang antik. Sentra penjualan barang antik terdapat di lantai 3 pasar bagian timur. Di tempat itu, anda bisa mendapati mesin ketik tua, helm buatan tahun 60-an yang bagian depannya memiliki mika sebatas hidung dan sebagainya. Di lantai itu pula, anda dapat memburu barang bekas berkualitas bila mau. Berbagai macam barang bekas impor seperti sepatu, tas, bahkan pakaian dijual dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga aslinya dengan kualitas yang masih baik. Tentu butuh kejelian dalam memilih.

Kaset-kaset oldies dari musisi tahun 50-an yang jarang ditemui di tempat lain ada disini dengan harga paling mahal Rp 50.000,00. Selain itu, terdapat juga kerajinan logam berupa patung Budha dalam berbagai posisi seharga Rp 250.000,00. Bagi pengoleksi uang lama, tempat ini juga menjual uang lama dari berbagai negara, bahkan yang digunakan tahun 30-an.

3

 likes / 2 Comments
Share this post:
  • retno says:

    BOLEH ANE COPAS GA GAN, BUAT ARTIKEL DIBLOG ANE
    THANKS

    • Netras Media says:

      silahken. semoga bermanfaat. bila Anda senang beritahu yang lain ya. mks

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Archives

    > <
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec