26
Aug-2015

PASAR KANGEN JOGJA 2015 DIRESMIKAN DENGAN PECAH KENDI

“Prakk…” Lalu kendi dari tanah liat bakar itu pecah dan isinya yang berupa butiran-butiran gabah dan jagung berhamburan di atas conblok halaman Taman Budaya Yogyakarta, Selasa, 25 Agustus 2015. Peristiwa ini berlangsung saat Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Diah Tutuko Suryandaru, meresmikan gelar Pasar Kangen Jogja 2015. Tradisi “pecah kendi” biasanya memang dilakukan sebagai penanda dimulainya event, yang bermakna memecah kebahagiaan, keberuntungan dan harapan baik untuk dinikmati bersama.

Event tahunan yang digelar oleh Taman Budaya Yogyakarta ini dimaksudkan sebagai obat kangen suasana Yogya tempo dulu, tidak hanya dari suasana pasar “gaya lamanya”, tetapi juga peristiwa seni budaya berupa atraksi kesenian tradisi di panggung rakyat yang selalu mengiringi setiap penampilan Pasar Kangen Jogja. Bahkan diharapkan dapat menjadi destinasi baru bagi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. “Gelar Seni Tradisi yang mendampingi Pasar Kangen akan menampilkan 20 kelompok kesenian tradisi dari berbagai wilayah di DIY,” demikian papar Nini Sularni, selaku ketua panitia.Pasar Kangen Jogja 2015-3

Pada pembukaan tersebut, selain dimeriahkan tarian edan-edanan, pengunjung  juga memperoleh mata uang keramik yang dapat digunakan untuk membeli berbagai produk dalam Pasar Kangen senilai Rp 5000.

Melalui Pasar Kangen Jogja 2015 ini diharapkan bisa mengobati rasa kangen pengunjung terhadap suasana Yogya masa lampau, antara lain melalui gelar kuliner tradisional baik camilan maupun makanan berat seperti gatot, lopis, ketan, tiwul, cenil, wedang uwuh, pecel  ndeso, sate kere. Sementara di kelompok kerajinan, para pedagang “klithikan” atau perkakas lawasan menggelar miniatur arca, prajurit kraton. Wayang karton, topeng kayu, gramaphone, piringan hitam. Kaset kaset lagu jadul, keris, mata tombak, akik dan berbagai koleksi lawasan lainnya.

Pasar Kangen Jogja 2015-4“Tahun ini jumlah pendaftar standcukup banyak, tapi panitia sengaja membatasi jumlah peserta. Selain disebabkan keterbatasan ruang, kami sengaja ketat melakukan seleksi pedagang yang mau ikut. Kuliner yang kami pilih benar-benar kuliner tradisi. Kuliner model franchaise yang tidak jelas asal-usul dan akar tradisinya kami tegas untuk menolak. Yang jelas,  event ini bisa menjadi peristiwa seni budaya yang ngangeni bukan saja bagi wisatawan luar Yogya, bahkan warga  Yogya sendiri ”, imbuh Nini Sularni.

Pasar Kangen Jogja  berlangsung mulai 25 Agustus 2015 hingga 30 Agustus Pasar Kangen Jogja 2015-12015. Menempati halaman kompleks Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sriwedani No. 1, Yogyakarta, atau di belakang Taman Pintar Yogyakarta.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec