24
Apr-2015

Pecel Lele Baywatch, Berkuah Mangut ala Mbah Giyah

Mangut Mbah Giyah 4Jalanan menuju Pecel Lele Mbah Giyah atau juga sering dipanggil Mbah Warno panjang dan berliku. Meskipun tetap teduh oleh rindang pepohonan di kaki Gunung Sempu yang sebenarnya hanya layak disebut bukit itu.

Gunung Sempu sampai saat ini masih digunakan sebagai makam bagi warga Tionghoa. Di peta lisan, daerah ini sebenarnya tak sulit dicari, sebab ada penanda yang mudah sebagai petunjuk. Setelah dari Pabrik Gula Madukismo, ambil jalan ke arah barat. Selepas jembatan langsung ke arah kiri memotong rel bekas lori pengangkut tebu yang jalannya menikung dan sedikit agak naik. Terus mengikuti jalan itu, yang di ujung jalan sebelum Mangut Mbah Giyah 3berkelok melewati jembatan kita bisa melihat pintu gerbang rumah pelukis kondhang Joko Pekik.

Ikutilah jalan itu hingga lewat lapangan sepak bola, jalanannya agak menurun. Nah, warung pecel lele Mbah Giyah ada di sebelah kanan jalan. Namanya Desa Sendang, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Harap mencermati rumah itu karena dulu hanya ada tulisan “Pecel Mbah Warno” bercat kuning lawas di atas seng yang sudah karatan.

Sekarang plang itu berganti menjadi “Mangut Lele Baywatch”. Boleh jadi nama ini dinisbatkan karena Mbah Warno biasa tampil dengan busana jarik dan hanya memakai Mangut Mbah Giyah 1kutang hitam saja saat memasak mangut lele itu. Bukan Mbah Giyah, karena itu nama gadisnya dulu. “Kalau orang dulu kan, ada nama tua, nama saya sekarang Mbah Warno Pawiro,” jelas simbah berusia 95 tahun yang sudah renta dengan warna rambutnya yang memutih itu.

Berkunjung di sini seperti saat menikmati sego (nasi) Nggeneng di rumah Mbah Marto Gowok. Langsung memilih dan memesan sendiri di dapurnya. Pecel sayur itu terdiri atas rebusan bayam, kenikir, daun pepaya, kembang turi, daun kremak, dan kecambah. Daun kremak dan kembang turi biasanya baru hanya ada pas ketigo, musim kemarau saja. Sausnya dari perpaduan kacang tanah, gula jawa, dan cabai rawit. Mantap, berselera, dan menyegarkan.

Untuk menyediakan itu semua Mbah Warno dibantu 2 orang tenaga.
Lauk pecel ini belut goreng. Belut-belut itu didapatkan dari sungai di dekat rumah. Mangut Mbah Giyah 5Ukuran belutnya besar. Rasanya gurih. Kadang-kadang tangan kita harus bersusah payah jika mendapatkan belut goreng yang agak alot. Tak mengapa karena tetap lezat dan ndaging. Selain itu, masih ada mangut lele yang sayurnya dilengkapi irisan tempe kecil-kecil mirip sayur lodeh.

Bumbunya terdiri dari kencur, sunthi, kemiri, bawang putih, lengkuas, dan daun jeruk. Semuanya diolah menggunakan dandang dan kuali ukuran besar di atas tungku berbahan bakar kayu. Aromanya mewangi, supersmooky. Sesekali kalau pas lagi masak akan tersembul asap berarakan alias buleg….

Pilihlah menu pecel, mangut lele, dan sepiring belut goreng. Ketiganya menjadi kombinasi pas untuk rasa dan selera. Nasi pecel cuma Rp 3.000,00; sepiring belut goreng dan mangut lele masing-masing Rp 10.000,00. Sebelum bersantap, bisa pula menikmati appetizer berupa tempe gembus, tahu, dan tempe benguk bacem atau pisang goreng. Mangut Mbah Giyah 7

Menu itu sudah tersaji sejak tahun 1970-an lalu, saat Mbah Giyah menyediakan menunya untuk para peziarah Sendang Semanggi di dekat rumahnya itu. “Dulunya ya, di pinggir sendang, tapi terus saya pindah ke rumah ini,” jelas nenek yang memiliki 5 anak dan sudah mentas semua ini dengan cukup bangga.

Lokasi:
Desa Sendang, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Transportasi:
Tidak ada angkutan umum untuk sampai desa ini. Kendaraan pribadi dan ojek akan memudahkan Anda sampai ke lokasi.
Buka:
Resminya warung ini buka jam 10.00 WIB berakhir jam 19.00 WIB. Tapi warung ini tak Mangut Mbah Giyah 2pernah tutup alias 24 jam penuh. Jadi, Anda tak perlu khawatir jika sampai di warung ini sudah malam bahkan larut.

Harga:
Harga di sini sangat bergantung pada lauk dan sajian utamanya. Harga yang tertera di atas adalah ilustrasi saat sedang memesan beberapa item menu. Tapi tidak usah khawatir karena kantong Anda tidak akan pernah bobol lebih dari prediksi Anda.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec