08
Jun-2013

Pembuatan Keris Tayuhan

Galeri   /   Tags: ,

Salah satu pewaris dan yang hingga kini masih melanjutkan keahlian leluhurnya sebagai empu keris adalah Sungkowo Harum Brojo. Ia adalah generasi ke-17 dari Empu Supadriyo, pembuat keris sengkelat yang legendaris dijaman Majapahit. Keahlian tersebut diwarisinya dari pendahulunya, Empu Djeno Harum Brojo.

Untuk menciptakan sebuah keris yang sempurna sesuai permintaan dan selaras dengan energi yang berpusar dalam diri pemakainya, proses pembuatannya sarat dengan laku prihatin, kesabaran dan ketelatenan. Proses itu bisa memakan waktu paling cepat satu bulan, empat bulan hingga mencapai hitungan tahun. Diawali dengan puasa, selamatan, memilih dan menentukan bahan, lalu kerja mesu atau menempa logam bahan keris dimulai.

Kerja menempa bahan yang biasanya merupakan campuran antara logam nikel dan baja inilah yang memakan waktu panjang. Pada awalnya campuran kedua logam itu masih berupa sebuah balok yang ketebalannya sekitar 7 centimeter. Lalu balok itu dipanasi hingga suhu 1.350 derajat Celcius menggunakan bahan bakar arang, yang paling baik dari kayu jati dan batok kelapa karena suhunya tinggi dan stabil. Setelah itu logam ditempa dengan tujuan untuk memadatkannya, terutama melepaskan kadar O2 dan H2O nya. Setelah cukup padat, bahan kemudian dilipat, lalu dipanasi lagi. Lalu pekerjaan yang berulang dilakukan.

Memanasi-menempa hingga padat-melipat, memanasi-menempa hingga padat-melipat…dan seterusnya hingga tercapai lipatan tertentu dalam sebilah bahan keris yang semakin tipis itu. Semakin sempurna sebuah keris semakin banyak lipatannya mulai ratusan hingga ribuan lipatan. Selama dalam proses itu, pamor sebuah keris juga akan semakin terlihat. Pamor secara visual dapat dilihat pada kontur permukaan keris. Ada pamor Melati Rinonce, pamor Udan Mas, Pamor Tri Warno, pamor Untu Walang, pamor Lar Gangsir dan sebagainya.

Menurut Empu Sungkowo Harum Brojo di bengkel kerjanya wilayah Gatak, Sumberagung, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, pekerjaan membuat keris tidak bisa dilakukan sembarang waktu. Ada hari-hari pasaran tertentu seperti Selasa Pahing, Rabu Wage atau Kamis Legi yang merupakan pantangan untuk bekerja. Ia pernah mengalami kegagalan ketika lupa dan melanggar hari pantangan. Yang terjadi adalah, keris yang proses pembuatannya sudah mencapai 85 persen tiba-tiba patah.

Proses tersebut merupakan laku yang harus dilaksanakan saat membuat keris tayuhan atau keris yang memiliki energi cukup kuat dan sempurna. Sementara jika sekadar keris untuk cinderamata, tentu saja proses pembuatannya jauh lebih sederhana dan tidak membutuhkan laku prihatin khusus dari pembuatnya.

Naskah & Foto: Himawan

0

 likes / One comment
Share this post:
  • Junaedi says:

    Cara memesan kerisnya bagaimana?
    Ada nomor kontak yang bisa dihubungi?
    Suksma atas bantuannya.

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    code

    Archives

    > <
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
    Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec