28
Oct-2015

Rebutan Cupu Manik Hasthagina

Pentas Teater-Rebutan Cupu Manik Astagina 3

Sinar rembulan menambah keindahan pentas teater kolosal Rebutan Cupu Manik Hasthagina

 

Malam yang indah dalam pancaran sinar rembulan. Masyarakat Bantul tumplek, memadati Alun-Alun Paseban. Sebuah perhelatan akbar pentas kolosal Rebutan Cupu Manik Hasthagina yang menceritakan keserakahan manusia dalam merebut Pentas Teater-Rebutan Cupu Manik Astagina 4kekuasaan, menyedot perhatian ribuan pasang mata.

Sebuah drama yang menarik, dengan tata panggung yang sempurna disuguhkan dalam pergelaran teater berbalut suguhan tari. Pertunjukan yang kadang tampak    serius namun tidak lepas dari humor ini, di samping sebagai media hiburan juga sebagai penyampai pesan agar manusia tidak terjebak dalam perebutan kekuasaan.

Cerita yang diambil dari kisah Ramayana tersebut menceritakan tiga bersaudara yang hatinya telah diselimuti angkara murka. Hanya karena sebuah benda yang bernama Cupu Manik Hasthagina, rasa persaudaraan mereka menjadi terbelah, tidak ada lagi rasa kekeluargaan. Semua ingin menang sendiri dan ingin berkuasa. Terjadilah konflik Pentas Teater-Rebutan Cupu Manik Astagina 5dalam keluarga.

Cerita ini berawal dari Anjani yang menerima ‘hadiah’ dari ibundanya, berupa benda yang sangat berharga bernama Cupu Manik Hasthagina. Cupu Manik Hasthagina tersebut merupakan pemberian dari Batara Surya agar Anjani tidak menceritakan kejadian yang dialami ibunya. Anjani yang mendapatkan Cupu Manik Hasthagina rupanya tidak dapat memegang amanah. Ketika sang kakak, yang bernama Subali, memaksa melihatnya, Anjani kemudian menceritakan soal Cupu Manik Hasthagina hingga akhirnya sang kakak marah dan melaporkan ke bapaknya, yang seorang resi.Pentas Teater-Rebutan Cupu Manik Astagina 1

Mengetahui istrinya mendapat pemberian Cupu Manik Hasthagina dari batara Surya, sang resi pun marah kemudian mengutuk istrinya menjadi batu dan membuang Cupu Manik Hasthagina. Mengetahui Cupu Manik Hasthagina dibuang, Anjani, Subali, dan Sugriwa kemudian mencarinya. Bukannya mendapatkan Cupu Manik Hasthgina, malah kutukan yang mereka dapat. Tubuh mereka berubah menjadi monyet.

Dalam pengembaraannya untuk berubah kembali menjadi manusia, berbagai penderitaan pun mereka alami. Bahkan Anjani dan Subali harus menemukan ajalnya. Sedang Sugriwa yang berhati lebih lembut kembali menjadi manusia.

PertarPentas Teater-Rebutan Cupu Manik Astagina 2ungan yang seru tersebut tersaji secara sempurna dengan panggung mewah dan tata lighting yang menawan. Meski malam terasa dingin, masyarakat tetap memadati Alun-Alun Paseban hingga pertunjukkan usai. Pertunjukan yang dihelat Dinas Kebudayaan DIY ini merupakan pementasan kedua setelah digelar di Graha Sabha Pramana UGM beberapa waktu lalu.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec