09
Dec-2014

Sate Pak Somorejo, Setengah Matang Sejak Zaman Jepang

Sate ini jarang sekali dikenal orang. Maklum karena lokasinya yang jauh, berpuluh kilometer arah selatan Kota Jogja

Apalagi tempatnya yang tidak terlalu mencolok dari jalan membuat orang yang lalu-lalang di depan warungnya pun tidak mengira jika di situ ada warung sate. Tempat ini sebenarnya sudah lumayan tampak dari jalan aspal. Sebelum pindah ke situ warungnya nyempil pas di tikungan jalan yang hanya mirip rumah biasa. sate mbah somorejo3
Ada pula yang menyangka itu hanya rumah kosong karena akan selalu sepi saat matahari sudah lengser lewat tengah hari. Tapi bagi mereka yang sering berkelana rasa, sate ini menjadi favorit buat santap siang dan tak jarang bila Ramadhan tiba sering dipakai buat ajang mukah alias membatalkan puasa di tengah hari.
Warung ini cukup banyak mengundang selera, terutama bagi mereka yang gemar menyantap sate, tongseng, dan gulai. Paling spesial adalah sate setengah matang. Sensasi rasanya gurih, manis, sesekali satenya masih meninggalkan aroma gosong. Jadi, ada rasa sedikit pahit bila menggigit pas di bagian yang kena baranya. Begitu pun dagingnya yang kenyal, namun tidak alot. Sate Mbah Somorejo1
Somorejo dan istrinya, Parjinem, mulai membuka warung sate sejak berpuluh tahun lalu. Menilik usianya yang sudah sepuh, sejak usia 15 tahun ia sudah menekuni dunia persatean. Dimulai saat membantu ayahnya, Pak Wongsopawiro, berjualan keliling dari kampung ke kampung dari desa ke kota. Daerah ”kekuasan” ada di Kotagede. Waktu itu, Indonesia masih dikuasai Jepang dan harga satenya sangat murah. ”Sate harganya setali dan tongseng setengah gelo,” kenang Mbah Somorejo.
Sepeninggal ayahnya, Somorejo muda sendirian berjualan keliling sate. Masih di seputaran Kotagede, ia harus berangkat sejak jam 7 pagi sampai pulang jam 5 sore. Perjalanannya lumayan jauh, dari Plered sampai Kotagede. Dagangan satenya dikemas menggunakan pikulan dan dijajakan dengan berjalan kaki menyusuri jalanan. Beberapa waktu kemudian ia mengajak anaknya dan sesekali istrinya. Setelah 15 tahun berlalu mengelilingi kampung-kampung di seputaran Kotagede, Mbah Somorejo memutuskan menetap di sepetak tanah yang dia beli dan dibangun untuk rumah tempat tinggal sekaligus warungnya sampai sekarang.Sate Mbah Somorejo2
Gaya khas Mbah Somorejo saat melayani pembeli sangat khas, memakai peci, mengipas sendiri masakannya, dan duduk di kursi yang pendeknya sama dengan gerobak pikulannya dengan posisi bungkuk. Soal meracik bumbu, ia tetap konsisten yang membuat sendiri. Ia memang pantas dipanggil Mbah sebab sampai kini sudah memiliki cucu, cicit, dan buyut berjumlah 85 orang.
Perihal mukah itu, memang sudah seperti itu ceritanya. Mbah Somorejo hanya akan tutup di awal puasa dan Idul Adha. Sehari saja. Setelah itu tetap buka seperti biasa. Nah, para pembeli yang datang untuk sengaja mukah itu justru datang dari luar kota: Solo, Klaten, bahkan sampai Purworejo.”Saya juga heran, kalau puasa malah banyak sekali yang datang ke sini, sehari kalau mau bisa menghabiskan kambing sampai 6 ekor,” tukas Mas Pur, cucu Mbah Somorejo yang ikut membantunya. Rata-rata sehari minimal habis 3 ekor kambing.

Lokasi:
Dusun Tobratan, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Bantul, telepon (0274) 6830726.

Petunjuk Lisan:sate mbah somarejo
Dari arah Jogja ambil arah menuju ke Jalan Imogiri Timur, setelah sampai di perempatan Pasar Jejeran lalu belok ke kiri sampai Lapangan Plered. Di sisi sebelah timur lapangan ada jalan ke utara (belok ke kiri), ikuti jalan itu terus sampai ketemu tugu kecil di simpang tiga. Kemudian arahkan jalan ke arah kiri (ke utara). Lurus terus sampai sebelum menemui tikungan pertigaan, nah, warung sate Mbah Somorejo ada di sebelah kanan jalan yang agak menurun.

Harga:
Seporsi sate dan tongseng Rp 20.000,00. Menu lainnya harga rata-rata.Apa pun permintaan pembeli, Mbah Somorejo sudah hafal dan tak lantas kehilangan memori. Kalau pengin sate klathak, ia pun sudah dengan pas akan segera membakar dan membubuhi nasi dengan guyuran kuah gulai. Pengin balungan kikil, kepala, dan jeroan pun juga tersedia.

1

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec