24
Sep-2014

Suri Teladan dari Tokoh Wayang

News   /   Tags:

Alkisah, Sawitri diberi tahu perkawinannya dengan Bambang Irawan hanya berumur 40 hari. Benar, begitu 40 hari, suaminya meninggal.

Sawitri melakukan tapa brata dan mampu mengguncang kayangan. Dewa turun dan berjanji memberi permintaan sesuai keinginan Sawitri, asal tidak menghidupkan suaminya. Sawitri hanya ingin peninggalan suaminya tidak berubah, termasuk jasad suaminya, Bambang Irawan.

Sawitri terus melakukan tapa brata. Dewa turun lagi dan memberikan permintaan, asal dengan syarat seperti yang diungkapkan pertama. Lagi-lagi, Sawitri hanya meminta agar dewa menjadi saksi bahwa dia hanya menikah satu kali dengan Bambang Irawan yang telah meninggal.jalanjogja-3

Tidak berhenti di situ, Sawitri terus melakukan tapa brata. Kayangan terguncang dan lagi-lagi dewa turun. Satu permintaan dari Sawitri, ia hanya ingin memiliki anak. Dewa memberikan, tetapi sudah terikat janji bahwa Sawitri hanya sekali menikah dengan Bambang Irawan. Mau tidak mau, suaminya dihidupkan.

Itulah sekelumit yang diungkapkan Afendy Widayat MPhd, Dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) saat mengisi talkshow, Selasa (23/9). Acara ini berbarengan dengan Pameran Seni Wayang Koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta bertema Ksatria: Memahami Tripama dan Hasthabrata di Gedung Heritage Bank Indonesia, 20 -29 September 2014.

jalanjogja- Yuwono, gatot marsono-moderator dan afendy widayatAfendy meneruskan, ketokohan dari Sawitri patut ditiru ‘Sawitri-Sawitri’ masa kini. Yaitu, memiliki kesetiaan, tekad baja, dan konsistensi atas sebuah cita-cita.

Sedangkan Budayawan Ir Yuwono Sri Suwito MM menyindir perilaku masyarakat Jawa sekarang yang sudah meninggalkan kejawaannya. Contoh nyata, adalah memakai nama-nama anaknya dengan nama yang bukan berakar dari budaya Jawa. Misal, nama Slamet, Widodo, Basuki sudah ditinggalkan. Padahal, nama itu adalah sebagai monumental-pengeling-eling, dan sebagai harapan.

Pameran sendiri menampilkan 65 koleksi, dari Museum Sonobudoyo dan koleksi pribadi Yuwono Sri Suwito. Adapun koleksi dari Museum Sonobudoyo terbagi dalam koleksi Wayang Kidang Kencanan, Wayang Jawa Timur, Wayang Surakarta, Wayang Kedu, Wayang Cirebon, dan Wayang Yogyakarta.jalanjogja

Selain pameran wayang yang dikuratori oleh Mikke Susanto dan R. Bima Slamet Raharja, juga diadakan acara Pergelaran wayang semalam suntuk oleh Ki Dalang  Radyo Harsono dengan judul Wahyu Makutharama pada Jumat (26/9) di Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Juga ada delapan perupa Indonesia yang ikut memamerkan karyanya. Yakni, Rastika, I Ketut Santosa, Yaksa Agus, Donny Kurniawan Hadiwidjaya, MA Roziq, Ve Dhanito, Edi Dolan, dan Jhoni Waldi.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec