28
Jun-2016

Suroloyo: Negeri di Atas Kabut

Puncak Suroloyo 4

Kawasan Puncak Suroloyo berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Hawa dingin, pemandangan menakjubkan, sajian kopi lokal atau teh hangat adalah kombinasi sempurna tanah para dewa.

Kawasan ini cukup luas, dengan lahan parkir tersedia dan warung-warung menyajikan makanan kecil dan minuman seadanya. Hanya saja, dibutuhkan kehati-hatian untuk berkendara kesana, mengingat jalan yang naik turun cukup curam. Selain itu, tidak tersedia cukup pengaman jalan di tepian yang berbatasan langsung dengan jurang dalam.

Puncak Suroloyo 3Ada tiga puncak, dengan gardu pandang atau pendopo di masing-masing tempat yang berada di jalur puncak Perbukitan Menoreh. Ketiganya adalah Puncak Suroloyo, Puncak Sariloyo, dan Kaendran. Dari Puncak Suroloyo, kita bisa melihat keindahan lembah Borobudur, dengan candi megah berupa lingkaran kecil jauh di bawah. Pemandangan akan semakin menakjubkan apabila Anda datang di ujung pagi, sambil menunggu matahari terbit. Kabut yang perlahan hilang menjelang datangnya matahari, pelan-pelan akan membawa Borobudur yang eksotis di bawah.

Puncak kedua adalah Sariloyo, sekitar 200 meter ke sisi barat Puncak Suroloyo. Posisinya yang lebih ke barat, memberi keleluasaan untuk menikmati Gunung Sumbing dan Sindoro, dua saudara di belakang Gunung Tidar. Merapi dan Merbabu juga terlihat jelas ketika menjelang siang di arah utara, setelah kabut pagi pergi, sementara kabut sore belum datang. Puncak ketiga adalah Pendopo Kaendran. Dari tempat ini kita bisa memandang ke area selatan. Jika langit sedang bersih, bahkan Anda bisa melihat garis biru laut selatan yang lamat-lamat di kejauhan.

Puncak Suroloyo 7Berwisata ke Suroloyo butuh persiapan fisik. Anda harus mendaki ratusan anak tangga untuk bisa menikmati pemandangan dari setiap puncak. Untuk berpindah dari satu dasar puncak ke dasar puncak yang lain, Anda memang bisa menggunakan kendaraan. Namun, hanya ada jalan setapak selebar sekitar 1,5 meter untuk akses ke pendopo di atas. Untungnya, seluruh jalan ini telah dibangun dengan beton sehingga nyaman untuk dilewati. Hanya harus tetap berhati-hati karena ada bagian jalan yang tidak memiliki pegangan di samping, sehingga beresiko terpeleset.

Kawasan Suroloyo biasanya diselumuti kabut di pagi hari. Cukup pekat dan basah, dengan angin kencang meniup ke berbagai arah. Menjelang siang, kabut akan pergi dan kita bisa melihat ke sekeliling. Namun, selepas tengah hari, kabut tebal biasanya akan kembali datang. Antara gelap dan terang, kawasan ini akan terselimuti kabut, sehingga membatasi jarak pandang. Namun, inilah yang menjadikan Suroloyo serasa negeri di atas kabut. Puncak-puncak yang teronggok berbalut kabut pekat, seperti rumah-rumah dewa yang dikelilingi awan langit.

Kawasan Puncak Suroloyo bisa dicapai dengan perjalanan sekitar 1 jam dari Yogyakarta ataupun Magelang. Dari Yogya, perjalanan dimulai menuju ke barat menyusuri Jalan Godean, hingga perempatan Kenteng. Berbeloklah ke kanan, mengikuti jalan ke arah Magelang. Ada petunjuk jalan yang cukup untuk membantu menemukan pertigaan terakhir, sebelum masuk ke jalan yang akan membawa kita ke Suroloyo.

Puncak Suroloyo 2Jika Anda sedang berada di Magelang atau Borobudur, Anda juga bisa langsung ke Suroloyo tanpa harus menuju ke Jogja terlebih dahulu. Ikuti saja jalan ke arah timur yang tepat berada di pertigaan Jembatan Kali Elo, dekat Candi Mendut. Ikuti terus jalan utama yang berkelok-kelok sampai menemukan papan petunjuk jalan besar ke Suroloyo. Begitu berbelok ke kanan, Anda akan langsung merasakan sensasi jalur naik perbukitan Menoreh yang elok dan menantang.

Diberlakukan tiket untuk masuk kawasan ini, dan biaya parkir yang ditarik warga setempat. Kuliner besar belum tersedia, karena warung-warung kecil hanya menyediakan minuman dan makanan kecil. Kawasan ini cukup ramai di akhir pekan. Anda juga bisa berkemah disini, agar bisa menikmati sunrise di pagi hari. Sarana MCK masih terbatas. Meski memiliki pemandangan luar biasa, memang kawasan ini masih harus berbenah untuk memenuhi standar tempat wisata yang baik.

Jangan lupa untuk berkunjung pula ke kebun teh, tak jauh dari kawasan ini. Bawa pulang pula kopi menoreh, citarasa lokal yang patut dicoba.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec