Festival Lima Gunung (FLG) 2015 memasuki tahun ke-14. Penyelenggaraan kali ini, sedikit berbeda, tidak menyatu dalam sebuah tempat. Namun, digelar di lereng gunung yang berbeda, Andong dan Merapi. Namun, semua itu tidak mengurangi kegembiraan masyarakat menyambut pesta rakyat tersebut.

Dari lereng Gunung Andong, ratusan seniman ikut berpesta. Mereka menampilkan atraksi terbaik dalam FLG 2015, yang diadakan di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Di kawasan Gunung Andong ini, acara digelar dari tanggal 14-16 Agustus 2015.Festival Lima Gunung 2015-2

Gelaran pesta yang tidak berharap pada sponsor dan semuanya dari kantong sendiri ini memukau dan mengundang decak kagum ribuan penonton. Baik warga setempat, pendatang, hingga wisatawn dari Jepang, Amerika, maupun Korea Selatan.

Seniman yang didominasi masyarakat petani ini guyup rukun mementaskan seni yang menjadi bagian hidupnya. Seperti tarian Gedruk Jingkrak Sundang dari wilayah Kecamatan Sawangan, tarian Jiwo Rogo, topeng panca warna, tari angguk. Semuanya menjadi magnet pementasan di FLG 2015.

Festival Lima Gunung 2015-3Puncaknya, pementasan “Mantra Merbabu” menjadi pembuka mata semua yang hadir, bahwa cinta merupakan bahasa yang universal. Mantra cinta ini ingin disuarakan kepada dunia, bahwa cinta menjadi kunci dalam kehidupan. Seniman dari Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis bersahut-sahutan merapalkan “Mantra” kedamaian ke telinga penonton. “The Way of Love”, kata-kata berbahasa Inggris tersebut disuarakan dalam paduan suara dan juga paduan musik tradisional keprajuritan yang menghentak, tegas, dan tidak kaku.

Mantra yang ditembangkan bareng ini semakin lengkap, saat gitaris jazz new orleans, Richard Bennet ikut bergabung.

“Penampilan gabungan dari berbagai negara yang dipadukan menjadi hiburan menarik. Tema FLG tahun ini (FLG 2015 ke-14), kami mengambil tema Mantra Gunung,” kata Ketua Komunitas Lima Gunung, Supadi Haryono, di sela acara.Festival Lima Gunung 2015-4

Bagi Supadi, mantra merupakan doa yang dirapal menjadi harapan. Dari penampilan tersebut, masyarakat diajak untuk mengungkapkan rasa syukur. Harapan, doa, dan cita-cita para penonton di gunung juga bisa dikabulkan.

Tahun ini, Festival Lima Gunung XIV diadakan di dua lokasi. Yakni, di Gunung Andong (Mantran Wetan) dan Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, dari 14-17 Agustus 2015.

Festival Lima Gunung 2015-5Sedangkan Festival Lima Gunung Xiv Di Tutup Ngisor, Sumber, Dukun dibuka dengan Orasi Budaya “Mantra Gunung” Ismanto dilanjutkan Perfoming Art Mahsiswa ISI dan Perfoming Art M. Shodiq.

Juga ada pameran Sitras Anjilin, musikalisasi puisi Misbah UNY, musikalisasi puisi SANG Kala FBS UNY dan  Tari Puisi ISI Yogyakarta.

Para perempuan desa juga ikut ambil bagian. Mereka menarikan Jalantur yang dipersembahkan ibu-ibu PKK Tutup Ngisor.Festival Lima Gunung 2015-6

Pimpinan Padepokan Tjipto Boedojo Tutup Ngisor, yang dikenal sebagai salah satu tokoh Komunitas Lima Gunung mengatakan, penyelenggaraan di dusunnya, ditandai upacara HUT ke-70 RI yang dikemas secara khas oleh seniman setempat.
“Kami juga menyiapkan upacara tujuh belasan (HUT RI). Juga kirab budaya dan pementasan di pendopo padepokan,” katanya.(*)

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec