26
Aug-2015

Ungkapan Hati Wanita yang Tertuang di Atas Kanvas

Galau, mungkin kata ini mewakili alasan kenapa perempuan-perempuan ini menuangkan perasaannya dalam sebuah kanvas. Seolah tersirat adanya kerisauan dan kanvas menjadi tempat sekaligus media curhat yang memahami kegelisahannya.

Keresahan dan kegelisahan ini akan tertangkap saat membaca alur pikiran Sri Lestari Pujihastuti. Dia berkata, kenapa saya berkarya? Wanita asal Klaten ini mengatakan, sebenarnya saya berkarya berangkat dari kejengkelan ketika saya melihat suami saya lama tidak mau melukis. Sri Lestari seakan merasa bosan dengan aktivitas keseharian sang suami yang selalu menghabiskan waktu dengan hanya membaca di depan komputer. Sampai-sampai dibiarkannya tumpukan kanvas kosong dan akhirnya mengganggur hingga berbulan-bulan.DSCN7955

Kegelisahan Sri Lestari ini pun seolah tersirat ketika ia memutuskan untuk melukis hanya sekadar mengisi waktu dan bermaksud memancing sang suami agar mau berkarya kembali. Sri pun menuangkan kejengkelannya. Kejengkelan tersebut berubah menjadi energi positif dan ternyata dapat menghasilkan karya seni.

Curhat tentang dirinya juga diungkapkan Niken Candriana Dewadini. Sosok perupa muda ini bercerita tentang keberadaan wanita itu sendiri dan bunga adalah simbolnya. Menurut Niken, wanita adalah makhluk yang kompleks, ditilik dari kekinian maupun tradisi, namun penuh ambigu antara keinginan dan kebutuhan.

DSCN7966Ungkapan hati lainnya datang dari Lelyana Kurniawati. Wanita Bandung ini sadar akan siklus tentang kedatangan serta kepergian dalam kehidupan. Dia memvisualisasikan diri dalam sebuah obyek daun. Hijau daun baginya adalah merupakan representasi dari adanya kehidupan. Dalam pandangan Lelyana, obyek daun yang divisualkan menjadi simbol sebuah ritme dan daun menanamkan kebaikan yang nantinya akan menghasilkan kebaikan pula terhadap sesama manusia dan juga alam.

Ungkapan atau boleh dibilang curahan hati perupa wanita ini dapat dinikmati dalam pameran lukisan yang digelar di Iris Gallery, dusun Jogja Village Inn. Sebanyak sebelas perupa wanita dari berbagai kota di Indonesia bahkan ada juga yang berasal dari Eropa, berkolaborasi dalam pameran yang diadakan selama satu bulan. Memang mereka tidak semuanya menuangkan perasaan hatinya sebagai wanita perupa, namun mereka ingin mengatakan wanita sebagai dirinya.DSCN7959

Dalam hal ini wanita yang memiliki naluri alami yang akan membangun dirinya sendiri dalam lingkup sosial dan dunianya. Karena wanita juga memiliki jangkauan yang menyeluruh dan di tiap sisi mesti diisi oleh dirinya sendiri tapi tetap fokus pada pendukung dan yang menghidupkan tujuannya.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec