03
May-2016

Warung Sederhana Imogiri, Pertahankan Menu Sejak 1958

photo warung serhana 1

photo warung serhana 2Tipikal tempat kuliner zaman dahulu adalah selalu menghadirkan suasana kekeluargaan. Antara pemilik warung dengan tamu saling menyapa ramah. Bertanya kabar adalah hal jamak. Demikian juga antarpengunjung warung, terjadi interaksi kuat dan melebihi saudara. Suasana kekeluargaan, percakapan diselingi tawa renyah pemilik atau senyum simpul pelayannya akan dijumpai di Warung Sederhana yang ada di Imogiri.

Warung yang berdiri sejak tahun 1958 ini masih mempertahankan menu yang dihidangkan. Demikian juga suasana warung masih sesederhana nama yang disematkan, Warung Sederhana Imogiri. Letak warung ini tidak jauh, sekitar 50 meter, dari Pasar Imogiri lama, yang habis rata karena gempa 2006. Sekarang, Pasar Imogiri yang baru telah berpindah, agak jauh dari warung ini. Namun, daya tarik Warung Sederhana ini masih merupakan magnet yang kuat.

photo warung serhana 9Warung Sederhana yang berdiri tahun 1958, dirintis oleh Mbah Warto. Ia memulai berdagang makanan yang menyediakan orang yang berbelanja ke pasar, serta orang yang melintas saat pergi atau pulangdari Makam Imogiri.

Menu yang disajikan, sayur lodeh, brongkos, yang terdiri dari tahu dan kacang tolo, dengan minumannya teh panas gula batu. Termasuk semur telur bebek, minuman panas dengan gula batu kualitas terbagus tetap sama.Ini berlangsung dari tahun ke tahun.

Menu tersebut masih ada sampai sekarang, saat dipegang keturunannya, Suharsi. Hanya, tambahan seperti rames, soto ayam kampung, burjo (bubur kacang ijo), dawet, dan ronde mulai ada.

photo warung serhana 5Warung dengan menu ndeso ini tetap buka sejak pukul 06.00 hingga pukul 21.00. Kini, pelanggannya berkembang, tidak lagi orang-orang yang ke Pasar Imogiri atau orang yang berziarah ke Makam Imogiri. Penggemar kuliner ndeso ini banyak mereka para karyawan pabrik atau toko, pegawai negeri sipil (PNS), serta para penggowes yang mengambil rute hingga Imogiri.

Ditegaskan Suharsi, semua harga makanan di warung yang dikelolanya tetap terjangkau. “Bagi masyarakat sini, mungkin agak mahal dikit. Lha, kami harus mempertahankan rasa dan kualitas. Misal, kami enggak mau pakai gula batu yang kualitas kedua atau ketiga. Gula batu yang harus yang paling bagus. Itu satu contoh kecil saja,” ungkap Suharsi.

photo warung serhana 3Makannya, satu porsi makan Rames dengan telah dibandrol Rp 7 ribu. “Sedangkan pakai bandeng ya lebih mahal, jadi Rp 9 ribu,” imbuhnya. Untuk minum teh saja, harganya Rp 2 ribu, dengan menggunakan gula batu. Pokoknya, dijamin nasgitel (panas, legi, dan kentel).

“Menu juga ditambah dengan burjo pagi mereka yang suka gowes. Pagi-pagi, enaknya memang makan bubur kacang ijo. Kudapan lain, ada tahu bacem dan tempe bacem. Di sini, soal rasa, kami upayakan dipertahankan. Untuk marut saja, kami pake parut manual dan gak mau kelapa pake parutan di pasar yang pake mesin,” imbuh Riyanto, suami dari Suharsi.

photo warung serhana 8Soal pelanggan, Riyanto berkisah, pelanggan Warung Sederhana sudah diwariskan pada keturunannya, seperti yang terjadi pada seorang pengusaha hotel di Yogyakarta.

Ia selalu menikmati menu kuliner di Warung Sederhana ini rutin setiap bulan. Seiring usia bertambah, ia minta diantarkan anaknya, dan kini anaknya ikut menjadi pelanggan di tempat itu. Penggiat gowes asal Kotagedhe yang tergabung dalam Bacin Cycling Community (BCC), Pardi, juga mengakui dirinya masuk dalam pandemen kuliner di tempat ini. Setiap bulan, setelah mengayuk sepedanya hingga Pantai Parangtritis, saat menyusuri rute pulang lewat Imogiri, ia menyempatkan untuk sarapan dan menikmati teh nasagitel.

“Banyak yang ngelengke (menyempatkan diri) datang ke sini. Ada yang dari Yogya, atau luar kota. Bahkan, banyak pula yang datang dari Solo, Sragen, Klaten, dan lainnya,” ungkap Riyadi.

Koordinat:

Lokasi:

Jalan Makam Suci, Imogiri, Bantul, Yogyakartake  (Timur bekas Pasar Imogiri).

Menu:

photo warung serhana 4Makan:
– Nasi sayur (sayur ndeso, lodeh, brongkos, sambal goreng tahu dan kacang tolo).
– Laku-pauk, tempe bacem, tahu bacem, paha ayam kampung, lele, telur asim bebek.
– Kini, ada tambahan rames, soto ayam kampung, burjo (bubur kacang ijo).
– Harga Rp 7 ribu-Rp 9 ribu.

Minum:
– Harga mulai Rp 2 ribu
– Teh panas gula batu.
– Dawet, dan ronde.

Potensi:

– Dekat Makam Imogiri
– Arah Kebun Buah Mangunan
– Dekat Bukit Hijau BNI
– Museum batik Imogiri

Tips:
– Lebih nikmat pada pagi hari, untuk sarapan.

0

 likes / 0 Comments
Share this post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Archives

> <
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec